Bisnis Barang Mewah Lesu, Harta Bos Louis Vuitton Lenyap Rp174 Triliun

Jum'at, 19 Juli 2024 - 12:00 WIB
loading...
Bisnis Barang Mewah...
Bernard Arnault tidak lagi menjadi yang teratas dalam hal miliarder dunia. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Bernard Arnault tidak lagi menjadi yang teratas sebagai seorang miliarder . Pendiri LVMH atau Louis Vuitton telah melihat kekayaan bersihnya anjlok tahun ini, bagian dari penurunan yang lebih besar di pasar barang mewah yang telah menyebabkan para miliarder di bidang ini kehilangan USD24 miliar pada 2024.

Berdasarkan Indeks Miliarder Bloomberg, kekayaan bos LVMH, Bernard Arnault turun USD10,8 miliar atau setara Rp174 triliun dari tahun ke tahun, dengan kekayaannya mencapai USD197 miliar. Dia sekarang berada di belakang Elon Musk USD270 miliar dan Jeff Bezos USD215 miliar.

Bersama dengan Arnault, miliarder barang mewah seperti Françoise Bettencourt Meyers dan François-Henri Pinault juga mengalami kemerosotan. Pada akhir tahun lalu, Bettencourt Meyers menjadi wanita pertama yang memiliki kekayaan senilai USD100 miliar, namun kekayaan bersihnya turun menjadi USD89,9 miliar.

Baca Juga: Profil, Kekayaan dan Sisi Lain JD Vance, Cawapres Pilihan Donald Trump

Pinault telah melihat kekayaannya berkurang setengahnya selama tiga tahun terakhir dan kini kekayaannya mencapai USD27,6 miliar. Secara keseluruhan, enam orang dalam peringkat Bloomberg yang menghasilkan uang dari barang-barang mewah mengalami penurunan kekayaan kumulatif sebesar 5 persen tahun ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Modernland Realty Dorong...
Modernland Realty Dorong Pertumbuhan Bisnis Berbasis Keberlanjutan
Menuju Tujuh Dekade...
Menuju Tujuh Dekade Astra: Perkuat Fokus Strategis untuk Dorong Pertumbuhan Perusahaan
Perang AS-Israel Lawan...
Perang AS-Israel Lawan Iran Bikin Badai Ekonomi ke Seluruh Dunia, Sektor Bisnis Tekor Rp441 Triliun
VFive Group Ekspansi...
VFive Group Ekspansi ke Sektor Energi dan Kesehatan di Indonesia
KADIN Net Zero Hub Perkenalkan...
KADIN Net Zero Hub Perkenalkan Arah Baru Percepat Dekarbonisasi Sektor Bisnis via Kolaborasi
Membaca Peluang di Tengah...
Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Perempuan Pengusaha Tekankan Kolaborasi
Grab Business Forum...
Grab Business Forum 2026 Jadi Wadah Kolaborasi Pemimpin Bisnis
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Barang Lelang Hasil...
Barang Lelang Hasil Rampasan Dipamerkan Kejagung di CFD, Ada Ferrari hingga Lukisan Emas
Rekomendasi
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved