Pertamina Hulu Energi Perkuat Produksi Agar Lifting Tak Lagi Kering
Senin, 24 Agustus 2020 - 10:14 WIB
loading...
A
A
A
Terkait target lifting pada RAPBN 2021 yang disampaikan pemerintah yakni sebanyak 705.000 bph, Budiman mengungkapkan, Pertamina selalu KKKS melalui anak usahanya akan selalu berupaya secara optimal untuk mencapai target yang dicanangkan perusahaan dalam mendukung target nasional. (Baca juga: Zulhas Sebut Gaya Kepemimpinan Amien Rais Seperti Pesawat)
“Ke depan upaya menjaga dan meningkatkan produksi akan terus diperkuat melalui pengeboran, sumur, workover, perawatan sumur, serta menjaga keandalan fasilitas produksi dem menghindari unplanned shutdown,” kata Budiman.
Sepanjang tahun ini, ujar dia, Pertamina di sektor hulu tetap berkomitmen melakukan berbagai aktivitas bisnis seperti melakukan pemboran eksplorasi sebanyak delapan sumur, eksploitasi sebanyak 156 sumur, workover 320 sumur, dan well services 6.699 sumur. Selain itu, Pertamina juga baru saja merampungkan survei Seismic 2D Jambi Merang sepanjang 31.140 km, yang merupakan survei terbesar di Asia Tenggara.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai, turunnya lifting minyak pada APBN yang terjadi saban tahun merupakan hal yang wajar. Menurut dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan tidak pernah beranjaknya angka lifting minyak dan gas dalam beberapa tahun terakhir. (Lihat videonya: Pembunuh Keji Satu Keluarga di Sukoharjo Ditangkap)
“Kenapa dibilang wajar, karena pertama, kondisi lapangan migas kita saat ini sudah mature dan decline rate yang cukup besar. Tahun ini saja sudah berkisar 4% dan bahkan bisa 20% jika tidak ada kegiatan pengeboran dan kerja sumur secara signifikan,” kata Mamit kepada SINDO Media di Jakarta.
Faktor lain, kata dia, tren harga minyak dunia masih rendah dan tidak adanya temuan cadangan dalam skala besar. (Yanto Kusdiantono)
“Ke depan upaya menjaga dan meningkatkan produksi akan terus diperkuat melalui pengeboran, sumur, workover, perawatan sumur, serta menjaga keandalan fasilitas produksi dem menghindari unplanned shutdown,” kata Budiman.
Sepanjang tahun ini, ujar dia, Pertamina di sektor hulu tetap berkomitmen melakukan berbagai aktivitas bisnis seperti melakukan pemboran eksplorasi sebanyak delapan sumur, eksploitasi sebanyak 156 sumur, workover 320 sumur, dan well services 6.699 sumur. Selain itu, Pertamina juga baru saja merampungkan survei Seismic 2D Jambi Merang sepanjang 31.140 km, yang merupakan survei terbesar di Asia Tenggara.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai, turunnya lifting minyak pada APBN yang terjadi saban tahun merupakan hal yang wajar. Menurut dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan tidak pernah beranjaknya angka lifting minyak dan gas dalam beberapa tahun terakhir. (Lihat videonya: Pembunuh Keji Satu Keluarga di Sukoharjo Ditangkap)
“Kenapa dibilang wajar, karena pertama, kondisi lapangan migas kita saat ini sudah mature dan decline rate yang cukup besar. Tahun ini saja sudah berkisar 4% dan bahkan bisa 20% jika tidak ada kegiatan pengeboran dan kerja sumur secara signifikan,” kata Mamit kepada SINDO Media di Jakarta.
Faktor lain, kata dia, tren harga minyak dunia masih rendah dan tidak adanya temuan cadangan dalam skala besar. (Yanto Kusdiantono)
(ysw)
Lihat Juga :