Sama-sama Korban Sanksi, Rusia-Afghanistan Kompak Dedolarisasi

Sabtu, 20 Juli 2024 - 21:01 WIB
loading...
Sama-sama Korban Sanksi,...
Rusia dan Afghanistan sepakat menggunakan mata uang lokal untuk penyelesaian transaksi antara kedua negara. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Sama-sama berjuang melawan sanksi Barat, Rusia dan Afghanistan sepakat melakukan dedolarisasi untuk penyelesaian transaksi antara kedua negara. Rusia dan Afghanistan akan menggunakan mata uang lokal, rubel dan afgani, untuk perdagangan antarnegara.

"Rusia dan Afghanistan berada di bawah sanksi tidak sah secara sepihak, dan menjauh dari dolar adalah salah satu pilihannya. Meski begitu, Afghanistan masih harus berupaya melakukan konversi mata uangnya," kata Duta Besar Rusia untuk Afghanistan Dmitry Zhirnov seperti dilansir Kantor Berita TASS, Sabtu (20/7/2024).

Baca Juga: Indonesia dan China Kompak Kebut Dedolarisasi, Penggunaan Mata Uang Lokal 80,6%

Zhirnov mencatat, hubungan ekonomi antara Rusia dan Afghanistan, serta volume perdagangan antarnegara semakin meningkat. "Ekspor kita berkembang pesat," tambahnya.

Penggunaan mata uang lokal oleh Rusia untuk penyelesaian transaksi perdagangan dengan mitra-mitranya kian gencar. Rusia terus mendorong penggunaan mata uang lokal untuk perdagangan, seperti dengan Iran, Turki, bahkan negara Asia Tenggara seperti Vietnam.

Baca Juga: Ingin Terbang Keliling Dunia, Pria Ini Buat Pesawat Sendiri di Kebun Rumahnya

Bahkan, dengan China, 95% penyelesaian perdagangan telah dilakukan menggunakan rubel dan yuan. Demikian pula perdagangan Rusia dengan SCO yang terdiri dari China, India, Iran, Kazakhstan, Rusia, Kirgistan, Pakistan, Tajikistan, Uzbekistan, dan anggota terbarunya, Belarusia, 92% telah menggunakan mata uang lokal.

Agenda dedolarisasi dimulai oleh Rusia dan China dengan menunjukkan kepada negara-negara berkembang bahwa ekonomi mereka terancam oleh AS yang disebut menggunakan mata uang cadangan utama dunia itu sebagai senjata. Mereka meyakinkan negara-negara lain bahwa AS dapat menjatuhkan sanksi terhadap ekonomi mereka kapan saja.

Hal ini sukses menyebabkan kekhawatiran di negara-negara lain di dunia bahwa ekonomi mereka tidak aman dan adanya kebutuhan untuk melindungi mata uang mereka dari dolar AS. Semakin banyak negara menjalin kesepakatan dan beralih ke mata uang lokal untuk penyelesaian transaksi perdagangan antarnegara.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Rekomendasi
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved