Rejeki Nomplok, Ukraina Terima Hasil 'Pencurian' Aset Rusia Rp24 Triliun

Minggu, 21 Juli 2024 - 07:44 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: BRICS Gunakan Minyak dan Gas untuk Runtuhkan Dolar AS

Uni Eropa membekukan sekitar €210 miliar atau USD229 miliar aset-aset negara milik bank sentral Rusia sebagai bagian dari sanksi-sanksi yang dijatuhkan pada Moskow atas konflik di Ukraina. Sebagian besar dana tersebut disimpan di tempat penyimpanan milik swasta.

Lembaga kliring ini sebelumnya melaporkan aset-aset ini telah menghasilkan sekitar €4,4 miliar atau USD4,8 miliar dalam bentuk bunga tahun lalu. Pada Juni, Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa mengumumkan bahwa mereka akan memberikan keuntungan rejeki nomplok dari dana Rusia yang dibekukan kepada Ukraina. Tahap pertama akan digunakan untuk membeli amunisi dan sistem pertahanan udara dan menambahkan bahwa USD1 miliar lainnya akan ditransfer pada akhir tahun.

Beberapa anggota G7, seperti AS dan Inggris, telah mendorong penyitaan aset-aset Rusia. Kekhawatiran atas legalitas langkah tersebut menyebabkan keputusan untuk menggunakan bunga yang dihasilkan oleh dana tersebut sebagai gantinya.

Rusia telah berulang kali mengatakan bahwa tindakan apa pun yang diambil terhadap aset-asetnya akan dianggap sebagai 'pencurian' dan bersikeras bahwa penyitaan dana atau tindakan serupa akan melanggar hukum internasional dan mengarah pada pembalasan. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov memperingatkan bahwa upaya ilegal untuk merampok Federasi Rusia akan menyebabkan kerusakan besar pada sistem keuangan internasional.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
AllianzGI Sebut Pasar...
AllianzGI Sebut Pasar Global Masih Resilien, Seleksi Aset Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
Rekomendasi
Kortas Tipidkor Sebut...
Kortas Tipidkor Sebut Bukti Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Segera Dilimpahkan ke Kejagung
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
AEI Golf Tournament...
AEI Golf Tournament 2026 Berlangsung Menarik, Peserta Unjuk Kualitas
Berita Terkini
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved