Rejeki Nomplok, Ukraina Terima Hasil 'Pencurian' Aset Rusia Rp24 Triliun
Minggu, 21 Juli 2024 - 07:44 WIB
loading...
Euroclear mengkonfirmasi bahwa mereka akan menyita bunga yang dihasilkan oleh dana Rusia yang dibekukan, dan mereka pegang akan ditransfer ke Ukraina. FOTO/iStock
A
A
A
JAKARTA - Lembaga penyimpanan dan kliring yang berbasis di Brussels, Euroclear mengkonfirmasi bahwa mereka akan menyita bunga yang dihasilkan oleh dana Rusia yang dibekukan dan mereka pegang akan ditransfer ke Ukraina.
"Pada Juli 2024, Euroclear akan melakukan pembayaran pertama sebesar USD1,5 miliar atau Rp24 triliun kepada Dana Eropa untuk Ukraina setelah penerapan peraturan Uni Eropa baru-baru ini mengenai kontribusi rejeki nomplok," Euroclear menyatakan dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Russia Today, Minggu (21/7/2024).
Baca Juga: Mahkamah Internasional Tetapkan Pendudukan Israel atas Tanah Palestina Melanggar Hukum
Keputusan ini diambil setelah berbulan-bulan pertimbangan di antara negara-negara Uni Eropa dan G7 tentang bagaimana menggunakan miliaran dolar milik Bank Sentral Rusia yang dibekukan sebagai bagian dari sanksi terkait Ukraina.
Pengumuman ini muncul sebagai bagian dari laporan hasil keuangan untuk paruh pertama tahun 2024, yang mengungkapkan bahwa aset Rusia yang dibekukan telah menghasilkan €3,4 miliar atau USD3,7 miliar dari €4 miliar atau USD4,36 miliar bunga yang diperoleh oleh lembaga kliring selama periode enam bulan.
Setelah dipotong pajak, rejeki nomplok ini berjumlah €1,7 miliar atau USD1,85 miliar, €1,55 miliar atau USD1,7 miliar di antaranya akan dikirim ke Ukraina. Sisanya akan disisihkan sebagai penyangga terhadap risiko saat ini dan di masa depan.
Sebanyak €836 juta atau USD910 juta akan dibayarkan ke Belgia dalam bentuk pajak perusahaan, tambah pernyataan tersebut. Euroclear mengatakan bahwa mereka terus dengan tekun menerapkan sanksi internasional terhadap aset-aset Rusia.
"Pada Juli 2024, Euroclear akan melakukan pembayaran pertama sebesar USD1,5 miliar atau Rp24 triliun kepada Dana Eropa untuk Ukraina setelah penerapan peraturan Uni Eropa baru-baru ini mengenai kontribusi rejeki nomplok," Euroclear menyatakan dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Russia Today, Minggu (21/7/2024).
Baca Juga: Mahkamah Internasional Tetapkan Pendudukan Israel atas Tanah Palestina Melanggar Hukum
Keputusan ini diambil setelah berbulan-bulan pertimbangan di antara negara-negara Uni Eropa dan G7 tentang bagaimana menggunakan miliaran dolar milik Bank Sentral Rusia yang dibekukan sebagai bagian dari sanksi terkait Ukraina.
Pengumuman ini muncul sebagai bagian dari laporan hasil keuangan untuk paruh pertama tahun 2024, yang mengungkapkan bahwa aset Rusia yang dibekukan telah menghasilkan €3,4 miliar atau USD3,7 miliar dari €4 miliar atau USD4,36 miliar bunga yang diperoleh oleh lembaga kliring selama periode enam bulan.
Setelah dipotong pajak, rejeki nomplok ini berjumlah €1,7 miliar atau USD1,85 miliar, €1,55 miliar atau USD1,7 miliar di antaranya akan dikirim ke Ukraina. Sisanya akan disisihkan sebagai penyangga terhadap risiko saat ini dan di masa depan.
Sebanyak €836 juta atau USD910 juta akan dibayarkan ke Belgia dalam bentuk pajak perusahaan, tambah pernyataan tersebut. Euroclear mengatakan bahwa mereka terus dengan tekun menerapkan sanksi internasional terhadap aset-aset Rusia.
Lihat Juga :