Melonggarkan Sanksi Barat Bakal Bikin Rusia Menderita, Kok Bisa?

Senin, 22 Juli 2024 - 07:40 WIB
loading...
A A A
Sementara itu sanksi Barat difokuskan untuk mengekang ketergantungan signifikan Rusia pada ekspor minyak, Aleksashenko juga memberikan catatan soal ketergantungan kuat negara itu pada impor. Sekitar 60% barang konsumsi non-makanan berasal dari pasar luar negeri, katanya, dan hal yang sama dapat dikatakan untuk seperempat produk makanan.

Sebagai aturan umum, biaya impor meningkat ketika mata uang diturunkan. Jika sanksi dirancang untuk ini, Rusia harus membayar lebih terhadap kebutuhan barang-barangnya, kata Aleksashenko.

Sebaliknya penurunan mata uang rubel tetap terbatas, mengingat pembatasan arus keluar modal keluar dari Rusia. Ketika Rusia kehilangan akses ke mata uang asing setelah invasi Kremlin ke Ukraina pada tahun 2022 karena sanksi Barat, permintaan domestik membuat mata uang tetap kuat.

Maka untuk membalikkan situasi tersebut, Aleksashenko merekomendasikan agar bank-bank Barat mengizinkan Rusia untuk terlibat dalam pembayaran lintas batas, dan meringankan sebagian sanksi terhadap entitas seperti Bursa Efek St. Petersburg dan National Settlement Depository.

"Jika seratus ribu orang Rusia (atau perusahaan kecil) mentransfer USD10.000 keluar dari Rusia setiap bulan menggunakan saluran yang berbeda, total arus modal keluar dari Rusia akan berjumlah USD12 miliar dalam satu tahun," tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Rekomendasi
Menyorot Kebijakan Bahan...
Menyorot Kebijakan Bahan Bakar B50
Kortas Tipidkor Sebut...
Kortas Tipidkor Sebut Bukti Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Segera Dilimpahkan ke Kejagung
DPN IARMI: Kritik Harus...
DPN IARMI: Kritik Harus Objektif, Jangan Giring Opini Menyesatkan
Berita Terkini
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved