alexametrics

Sri Mulyani Soroti Penerimaan Pajak Digital Belum Maksimal

loading...
Sri Mulyani Soroti Penerimaan Pajak Digital Belum Maksimal
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyoroti realisasi penerimaan pajak digital yang masih belum mencerminkan besarnya penggunaan e-commerce. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyoroti masalah penerimaan pajak secara digital yang belum dimaksimalkan Indonesia. Dia pun meminta agar Direktorat Jenderal Pajak (DJP) ikut masuk dalam perkembangan teknologi serta menambah penerimaan pajak secara digital.

Pasalnya menurut Mantan Direktur Bank Dunia itu potensi perpajakan Indonesia di ekonomi digital sangat besar sekali. “Realisasi masih belum mencerminkan besarnya penggunaan e-commerce,” ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Menurutnya dalam era ekonomi digital saat ini para pelaku usaha tidak lagi perlu ada di suatu negara untuk mengeruk pendapatan di wilayah tersebut, karena semuanya sudah serba digital. "Kondisi saat ini perusahaan asing tidak perlu lagi membuka kantor di Indonesia untuk bisa meraup keuntungan. Mereka cukup lewat online bisa meraup keuntungan dari Indonesia," katanya



Dia pun meminta agar tantangan perpajakan di era ekonomi digital bisa dapat diwajab oleh Direktorat Jenderal Pajak sehingga dampaknya bisa memperbesar penerimaan pajak secara nasional. Karena itu Ia mendorong DJP untuk terus melakukan inovasi di tengah kemajuan teknologi yang bergerak sangat cepat.

"Seluruh tantangan tidak bisa lagi diatasi dengan menambah SDM (Sumber Daya Manusia), tapi kita harus lakukan terobosan inovasi dan memanfaatkan teknologi informasi serta basis data. Jadi pilar ketiga ini menjadi sangat penting dalam era digitalisasi," jelasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak