Beda Nasib Makan Siang Gratis Indonesia dengan China, Xi Jinping Siapkan Rp328 Triliun
Selasa, 23 Juli 2024 - 15:45 WIB
loading...
Perbedaan makan siang gratis Indonesia dengan China. FOTO/China Daily
A
A
A
JAKARTA - Presiden terpilih Prabowo Subianto belum lama ini berkunjung ke China bertemu Presiden China Xi Jinping hingga meninjau langsung pelaksanaan makan siang gratis di Sekolah Menangah Pertama (SMP) II Beijing, di Distrik Dongcheng, Beijing. Program makan siang gratis di China telah berjalan sejak 2011 lalu.
Prabowo sempat berbincang dan bercanda dengan beberapa siswa yang sedang makan siang di kantin sekolah. "Sehat sekali," komentar Prabowo saat melihat menu yang disajikan, mulai dari protein hewani, sayuran, hingga makanan ringan. Prabowo menjadikan China sebagai kiblat makan siang gratis.
Baca Juga: Program Makan Siang Gratis Rp7.500, di Warteg Cuma Dapat Nasi dan Sayur
China telah menerapkan kebijakan makan siang gratis untuk siswa di daerah pedesan yang miskin sejak tahun 2011. Program yang disebut Nutrition Improvement Program (NIP) ini awalnya menyasar 699 distrik di 21 provinsi di seluruh China.
Setiap Senin pagi, 20 truk berpendingin akan membawa 4 ton daging babi, 8 ton sayuran dan buah-buahan, serta 10,8 ton beras ke 300 sekolah di desa-desa di Du'an. Logistik yang dibutuhkan untuk program ini sangat besar. Setiap Senin pagi, 20 truk berpendingin mengangkut 4 ton daging babi, 8 ton sayuran dan buah-buahan, serta 10,8 ton beras ke 300 sekolah di desa-desa di Du'an. Kabupaten Du'an di Daerah Otonomi Guangxi Zhuang dijadikan contoh karena daerah paling terpencil dan termiskin di China
Setelah satu dekade, program NIP berhasil meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah. Namun, akibatnya, pemerintah China terbebani dengan tingginya biaya anggaran yang harus ditanggung. Program makan siang gratis di China bukannya tanpa tantangan. Menyitir artikel "China's 10-Year Campaign to Nourish Rural School Kids" di Caixin Global, korupsi dan beban anggaran yang sangat besar menjadi masalah serius program makan siang gratis di Tiongkok.
Selama periode 2011-2021, pemerintah China telah menghabiskan 147,2 miliar yuan atau setara Rp328 triliun untuk menyediakan makan siang gratis di 1.762 distrik, 29 provinsi, dan 40 juta siswa di daerah pedesaan. Para siswa mendapatkan porsi makan siang gratis 4 yuan atau setara Rp8.900 per orang. Tak hanya anggaran, inflasi pangan telah menyebabkan kenaikan harga makanan pokok yang signifikan. Proyek makan siang gratis juga membuka peluang korupsi.
Prabowo sempat berbincang dan bercanda dengan beberapa siswa yang sedang makan siang di kantin sekolah. "Sehat sekali," komentar Prabowo saat melihat menu yang disajikan, mulai dari protein hewani, sayuran, hingga makanan ringan. Prabowo menjadikan China sebagai kiblat makan siang gratis.
Baca Juga: Program Makan Siang Gratis Rp7.500, di Warteg Cuma Dapat Nasi dan Sayur
China telah menerapkan kebijakan makan siang gratis untuk siswa di daerah pedesan yang miskin sejak tahun 2011. Program yang disebut Nutrition Improvement Program (NIP) ini awalnya menyasar 699 distrik di 21 provinsi di seluruh China.
Setiap Senin pagi, 20 truk berpendingin akan membawa 4 ton daging babi, 8 ton sayuran dan buah-buahan, serta 10,8 ton beras ke 300 sekolah di desa-desa di Du'an. Logistik yang dibutuhkan untuk program ini sangat besar. Setiap Senin pagi, 20 truk berpendingin mengangkut 4 ton daging babi, 8 ton sayuran dan buah-buahan, serta 10,8 ton beras ke 300 sekolah di desa-desa di Du'an. Kabupaten Du'an di Daerah Otonomi Guangxi Zhuang dijadikan contoh karena daerah paling terpencil dan termiskin di China
Setelah satu dekade, program NIP berhasil meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah. Namun, akibatnya, pemerintah China terbebani dengan tingginya biaya anggaran yang harus ditanggung. Program makan siang gratis di China bukannya tanpa tantangan. Menyitir artikel "China's 10-Year Campaign to Nourish Rural School Kids" di Caixin Global, korupsi dan beban anggaran yang sangat besar menjadi masalah serius program makan siang gratis di Tiongkok.
Selama periode 2011-2021, pemerintah China telah menghabiskan 147,2 miliar yuan atau setara Rp328 triliun untuk menyediakan makan siang gratis di 1.762 distrik, 29 provinsi, dan 40 juta siswa di daerah pedesaan. Para siswa mendapatkan porsi makan siang gratis 4 yuan atau setara Rp8.900 per orang. Tak hanya anggaran, inflasi pangan telah menyebabkan kenaikan harga makanan pokok yang signifikan. Proyek makan siang gratis juga membuka peluang korupsi.
Lihat Juga :