alexametrics

IHSG Awal Pekan Diprediksi Menguat, Mainkan 6 Saham Ini

loading...
IHSG Awal Pekan Diprediksi Menguat, Mainkan 6 Saham Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan hari ini secara teknikal diprediksi kembali menguat. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan hari ini secara teknikal diprediksi kembali menguat. Bursa saham Tanah Air diyakini melanjutkan tren penguatan sejak Jumat, kemarin yang ditutup menanjak 0,83% ke level 6456.539

Analis dari Reliance Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, mengatakan indikator MACD masih berada di area positif. Sementara itu, terlihat bahwa Stochastic dan RSI bergerak ke atas menuju ke area overbought.

Di sisi lain, masih terlihat pola long white marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG. "Sehingga berpeluang menuju ke area resistance," ujar Nafan Aji di Jakarta, Senin (22/7/2019).



Sebelumnya pekan ketiga di bulan Juli 2019 berdasarkan data rata-rata perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup positif. Hal itu ditandai dengan peningkatan yang paling tinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa sebesar 15,30% menjadi Rp9,141 triliun dari Rp7,928 triliun pada pekan lalu.

Kenaikan tersebut juga diikuti oleh meningkatnya rata-rata frekuensi transaksi harian BEI pekan ini sebesar 7,67% menjadi 512,438 ribu kali transaksi dari pekan lalu 475,950 ribu kali transaksi.

Untuk data rata-rata volume transaksi harian BEI meningkat 3,22% menjadi 17,390 miliar unit saham dari 16,848 miliar unit saham pada pekan sebelumnya. Senada dengan volume transaksi harian, nilai kapitalisasi pasar juga meningkat 1,38%.

Sementara sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor untuk mengawali pekan keempat bulan Juli 2019, antara lain sebagai berikut :

1. PT Astra International Tbk. (ASII)

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 7000 – 7200, dengan target harga secara bertahap di level 7300, 7400 dan 7700. Support: 7000 & 6850.

2. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI)

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area 8825 – 8925, dengan target harga di level 9025, 9125, 9225 dan 9625. Support: 8825 & 8525.

3. PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT)

Terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 148 - 152, dengan target harga secara bertahap di level 154 dan 158. Support: 148 & 145.

4. PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (RALS)

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1285 - 1310, dengan target harga secara bertahap di level 1340, 1365 dan 1385. Support: 1275 & 1250.

5. SCMA

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan sebelumnya terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1500 – 1520, dengan target harga secara bertahap di level 1540, 1580 dan 1640. Support: 1480 & 1430.

6. SMRA

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1160 – 1190 dengan target harga secara bertahap di level 1240 dan 1470. Support: 1120.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak