IHSG Diramal Bergerak di Kisaran 6.000-6.092, Saham Ini Layak Dikoleksi

loading...
IHSG Diramal Bergerak di Kisaran 6.000-6.092, Saham Ini Layak Dikoleksi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan dan akan berada di kisaran 6.000-6.092 pada perdagangan hari ini menjelang akhir pekan. Foto/Dok
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Pergerakan indeks akan berada di kisaran 6.000-6.092.

Baca Juga: Perpanjangan PPKM Darurat cuma 5 Hari, Saham Ritel Bikin Penasaran

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG membentuk candlestick bearish meskipun ditutup menguat. Pergerakan yang terkonsolidasi tertahan dilevel support MA20 dan MA5 akan menjadi signal konfirmasi arah selanjutnya. Momentum dari Indikator stochastic dan RSI bergerak positif.

"Selama IHSG terpantau kuat dilevel MA20 pada kisaran 6.026 secara teknikal peluang lanjutan penguatan cukup besar dengan target resistance fractal dilevel 6.079 dan upper bollinger bands dilevel 6.092. Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya dengan support resistance 6.000-6.092," ujar Lanjar dalam risetnya, Kamis (22/7/2021).

Baca Juga: Pelototin Saham Ini Saat IHSG Berpeluang Berbalik Menguat

Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; ACES, ADHI, ASII, ASRI, LPPF, PGAS, PTPP, WIKA, WSKT.



Sebelumnya, IHSG ditutup naik 12,58 poin atau 0,21 persen ke level 6.029 dengan saham pergerakan yang cenderung stabil sejak awal sesi perdagangan. Optimisme pada perdagangan mayoritas bursa saham Asia menjadi faktor utama.

Saham BMRI (+3.0%), BBRI (+1.1%), ASII (+1.9%), WSKT (+14.6%) dan KRAS (+14.5%) naik signifikan menjadi leader penguatan dan berhasil menahan tekanan aksi jual pada saham TPIA (-2.2%), ARTO (-1.5%), GGRM (-3.8%) dan MDKA (-3.1%).

Pada indeks sektoral, Saham-saham pada indeks Industri (+1.3%) dan konsumsi non primer (+1.17%) naik lebih dari sepersen. Saham-saham konstruksi mayoritas menguat setelah pemerintah memperpanjang insentif pajak hingga akhir tahun 2021.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top