Sanksi Barat Bikin Ribet, Rusia dan China Makin Sering Pakai Aset Digital
Jum'at, 26 Juli 2024 - 19:54 WIB
loading...
A
A
A
Rusia mengizinkan penyelesaian menggunakan beberapa aset keuangan digital yang dapat melewati sistem perbankan seperti tether. Parlemen Rusia juga sedang mempertimbangkan RUU yang akan melegalkan semua cryptocurrency sebagai alat pembayaran dalam perdagangan luar negeri.
"Banyak rekanan Rusia tidak sepenuhnya terbiasa dengan praktik seperti itu dan tidak tahu bagaimana menanggapi permintaan ini," sambungnya.
Pembayaran dulu memakan waktu maksimal satu atau dua hari, tetapi sekarang, berbagai prosedur dan pemeriksaan menunda pembayaran satu hingga tiga bulan, kata Tianshu. Dalam beberapa kasus, dokumentasi yang tidak memadai menggagalkan transaksi, tetapi perusahaan mulai beradaptasi.
"Ada tren yang baik sekarang - banyak pembayaran dan banyak perusahaan yang lulus pemeriksaan telah menyusun paket dokumen dengan benar," kata Tianshu dalam wawancara yang sama.
Patuh Sanksi Barat
"Penundaan pembayaran disebabkan oleh fakta bahwa banyak rekanan Rusia menghadapi meningkatnya kepatuhan dari bank-bank China ke Rusia," kata wakil chairman, Kyle Shostak dalam sebuah wawancara."Banyak rekanan Rusia tidak sepenuhnya terbiasa dengan praktik seperti itu dan tidak tahu bagaimana menanggapi permintaan ini," sambungnya.
Pembayaran dulu memakan waktu maksimal satu atau dua hari, tetapi sekarang, berbagai prosedur dan pemeriksaan menunda pembayaran satu hingga tiga bulan, kata Tianshu. Dalam beberapa kasus, dokumentasi yang tidak memadai menggagalkan transaksi, tetapi perusahaan mulai beradaptasi.
"Ada tren yang baik sekarang - banyak pembayaran dan banyak perusahaan yang lulus pemeriksaan telah menyusun paket dokumen dengan benar," kata Tianshu dalam wawancara yang sama.
(akr)
Lihat Juga :