OJK Minta Industri Asuransi Berhati-hati, Ada Apa Ya?

Senin, 24 Agustus 2020 - 17:56 WIB
loading...
OJK Minta Industri Asuransi...
Dewan Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK Riswinandi meminta, agar para perusahaan asuransi lebih berhati-hati dalam mengelola aset dan liability management. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Dewan Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK Riswinandi meminta, agar para perusahaan asuransi lebih berhati-hati dalam mengelola aset dan liability management. Hal ini dikarenakan maraknya kejadian jatuhnya reputasi perusahaan asuransi yang membuat masyarakat takut mengambil polis.

"Kami meminta agar para perusahaan asuransi lebih berhati hati dalam menjaga pengelolaan aset dan liability menagemennya agar terhindar dari kondisi gagal bayar," ujar Riswinandi dalam webinar di Jakarta, Senin (24/8/2020).

(Baca Juga: OJK Kasih Izin Asuransi Dijual Online, 6 Perusahaan Kantongi Restu )

Sambung dia menjelaskan, saat ini industri asuransi merupakan industri yang cukup rentan pada volatilitas di capital market. Sebab, dalam periode 6 bulan terakhir indeks saham gabungan terkoreksi dan belum stabil.

"Berdasarkan catatan kami secara agregat sebesar 80 persen portofolio industri ini menggunakan instrumen pasar modal, seperti saham, reksadana, obligasi dan lain-lain. Sehingga apapun yang terjadi di pasar modal memberikan dampak besar bagi asuransi," jelasnya.

(Baca Juga: Rating 105 Asuransi, 14 Asuransi Jiwa Kantongi Label Sangat Bagus )

Meski demikian, kinerja industri asuransi di tengah pandemi tidak mengalami penurunan yang tajam. Risk Based Capital (RBC) industri tercatat naik menjadi 688,1 persen per Juni 2020, khusus untuk asuransi jiwa, walaupun secara pertumbuhan preminya mengalami kontraksi hingga -10 persen per Juni 2020.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gandeng Induk Usaha,...
Gandeng Induk Usaha, BRI Life Perluas Aksesibilitas Produk Asuransi Kesehatan yang Inklusif
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
Manulife Indonesia Cetak...
Manulife Indonesia Cetak Laba Rp1,28 Triliun Sepanjang 2025, Unit Syariah Rp17,37 M
Jaga Pertumbuhan Bisnis...
Jaga Pertumbuhan Bisnis dan Transformasi, BRI Life Unjuk Gigi di Digital Forum 2026
OJK Blak-blakan soal...
OJK Blak-blakan soal 4 Penyebab IHSG Ambrol Sejak Awal Tahun 2026
Porsi Free Float Dipenuhi...
Porsi Free Float Dipenuhi hingga 40%, OJK Ungkap Emiten Bakal Dapat Insentif Pajak
Saat Kerja Keras dan...
Saat Kerja Keras dan Dedikasi Mendapat Penghargaan
FIFGROUP Pamer Gedung...
FIFGROUP Pamer Gedung Mewah dan Atap Listrik Matahari!
Ratusan Mahasiswa Surabaya...
Ratusan Mahasiswa Surabaya Ikuti Edukasi Asuransi yang Digelar BRI Insurance
Rekomendasi
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved