Peminat BRICS di Antara Negara Berkembang Membeludak, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Agustus 2024 - 14:09 WIB
loading...
A A A
"Semakin banyak negara yang ingin bergabung dengan BRICS menunjukkan efektivitas mekanisme kerja sama ini, yang memiliki daya tarik kuat bagi negara-negara berkembang," kata Song Wei, profesor dari Sekolah Hubungan Internasional dan Diplomasi di Universitas Studi Luar Negeri Beijing, seperti dilansir Global Times, Rabu (31/7).

Menurut dia, BRICS telah memperkuat konsensus di antara negara-negara berkembang dan telah muncul sebagai pendukung kuat bagi kebutuhan pembangunan negara-negara ini. "Baik dalam memajukan kolaborasi ekonomi atau mengadvokasi tata kelola global yang lebih adil, BRICS secara konsisten memperjuangkan kepentingan praktis negara-negara berkembang," kata Song.

Song mencatat bahwa negara-negara pemohon ini, yang terletak di berbagai benua, telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai respons terhadap kebutuhan pembangunan mereka yang terus meningkat, mereka berupaya memanfaatkan mekanisme BRICS untuk membuka peluang baru bagi pertumbuhan yang berkelanjutan.

BRICS adalah akronim untuk mekanisme kerja sama pasar berkembang yang awalnya mencakup Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Pada bulan Januari, blok tersebut memperluas keanggotaannya hingga mencakup Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Iran, dan Ethiopia. Selain itu, lebih dari 30 negara, termasuk Vietnam, Venezuela, dan Kazakhstan, telah menyuarakan ketertarikan untuk bergabung.

Baca Juga: 3 Negara Asia Tenggara yang Ingin Bergabung dengan BRICS, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Iran Desak BRICS Hancurkan...
Iran Desak BRICS Hancurkan Kekebalan AS, Sinyal Pergeseran Blok Ekonomi ke Aliansi Militer?
Dominasi Dolar AS Kembali...
Dominasi Dolar AS Kembali Menguat, Pangsa Transaksi Global Tembus 51,1%
BRICS Kian Digdaya Dibandingkan...
BRICS Kian Digdaya Dibandingkan G7, Kuasai Hampir 40% Ekonomi Dunia di 2025
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'
Menlu Sugiono: BRICS...
Menlu Sugiono: BRICS Harus Berperan Aktif Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Global
Utut Adianto Sebut Diplomasi...
Utut Adianto Sebut Diplomasi Prabowo Cerminkan Strategi Mendayung di Antara Dua Karang
Rekomendasi
Honda Siap Luncurkan...
Honda Siap Luncurkan 2 Motor Listrik Terbaru Lagi
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved