AS Kelilit Utang Rp563.357 Triliun, Ukraina Bakal Kehilangan Pendonor?

Minggu, 04 Agustus 2024 - 10:47 WIB
loading...
AS Kelilit Utang Rp563.357...
Amerika Serikat (AS) menghadapi tantangan berat untuk mendapatkan tambahan anggaran dalam mendukung Ukraina di tengah perang berkepanjangan melawan Rusia. Foto/Dok
A A A
KIEV - Amerika Serikat (AS) menghadapi tantangan berat untuk mendapatkan tambahan anggaran dalam mendukung Ukraina di tengah perang berkepanjangan. Lantaran itu Perwakilan Khusus AS untuk Pemulihan Ekonomi Ukraina , Penny Pritzker mengatakan, Kiev harus mencari cara sendiri untuk meningkatkan pendapatannya.

Baca Juga: Kehabisan Donor dari Barat, Ukraina Terlilit Utang Lebih Rp2.400 Triliun

Pernyataan tersebut dilontarkan, setelah pemerintahan Biden mengumumkan paket bantuan terbaru terhadap Ukraina sebesar USD1,7 miliar (Rp27,3 triliun) untuk Kiev pada awal pekan lalu. Pada saat yang sama utang nasional AS naik melewati angka USD35 triliun atau setara Rp563.357 triliun (Kurs Rp16.095 per USD) untuk pertama kalinya pada hari yang sama.

Berbicara pada panel diskusi bertajuk "Masa depan pemulihan ekonomi Ukraina," Pritzker, yang merupakan mantan menteri perdagangan AS dan miliarder, mengakui bahwa sumber dana adalah "tantangan."

"Berapa banyak uang dan berapa banyak modal yang harus kita kemukakan? Kami harus mencari tempat lain selain hanya dukungan anggaran langsung dari kami. Dan itu menjadi semakin menantang," katanya.

Baca Juga: AS Terlilit Utang Rp570.000 Triliun, Ekonomi Global dalam Bahaya

Perwakilan khusus AS itu menambahkan bahwa, karena kesulitan, timnya bekerja "sangat erat" dengan Ukraina "untuk mencoba dan memilah" rencana mereka sendiri. Lalu tindakan apa yang ingin Ukraina ambil "untuk meningkatkan pendapatan pendapatan anggaran mereka sendiri."

Sementara itu Pritzker menekankan, bahwa dukungan bipartisan AS untuk Ukraina tidak akan berubah, terlepas dari hasil pemilihan presiden pada bulan November.

Departemen Pertahanan AS mengatakan, pada hari Senin bahwa, sejak dimulainya perang Rusia Ukraina pada Februari 2022, pemerintahan Biden telah mengalokasikan lebih dari USD55,4 miliar dalam bentuk "bantuan keamanan" ke Ukraina, yang mencakup berbagai senjata mematikan.

Di sisi lain Calon Republik dan mantan Presiden Donald Trump telah berulang kali mengancam akan mengurangi bantuan ke Kiev jika dia terpilih. Salah satu proposal kebijakan utamanya adalah menyusun bantuan sebagai pinjaman. Dia juga berjanji untuk mengakhiri konflik dalam waktu 24 jam setelah kembali ke Gedung Putih.

Sebelumnya, proposal bantuan untuk Kiev kesulitan mendapatkan dukungan. Akibatnya paket bantuan senilai USD61 miliar terhenti selama berbulan-bulan di Kongres awal tahun ini karena oposisi dari Partai Republik, sebelum akhirnya disahkan pada bulan April.

Utang nasional AS melampaui angka USD35 triliun. Pada bulan lalu, Dana Moneter Internasional (IMF) mengkritik "ketidakselarasan" dalam kebijakan fiskal AS. IMF menyebut defisit anggaran dan tingkat utang Washington sebagai "risiko yang meningkat" untuk seluruh ekonomi global.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: Haaland...
Piala Dunia 2026: Haaland Ngamuk, Norwegia Ungguli Irak di Babak Pertama
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved