Kehabisan Donor dari Barat, Ukraina Terlilit Utang Lebih Rp2.400 Triliun

Rabu, 31 Juli 2024 - 09:16 WIB
loading...
Kehabisan Donor dari...
Nasib Ukraina diproyeksikan akan semakin terpuruk pada 2025 lantaran kehabisan pendonor dari negara-negara Barat. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Ukraina diproyeksikan akan semakin terpuruk pada 2025 lantaran kehabisan pendonor dari negara-negara Barat. Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan Sergey Marchenko. Ukraina saat ini sangat bergantung bantuan keuangan dari Barat. Kiev telah menerima paket bantuan Amerika Serikat (AS) senilai USD60 miliar tahun ini meski mengalami kebuntuan panjang di Kongres.

Tahun depan, bagaimanapun, Kiev tidak dapat mengharapkan suntikan dana yang sama, karena bantuan dari Barat sangat bergantung pada hasil pemilihan presiden di AS akhir tahun ini. "Tahun 2025 akan lebih sulit. Ini adalah tahun ketidakpastian, tahun keputusan yang mungkin tidak berhasil," ujar Marchenko kepada RBC Ukraina dilansir dari Russia Today, Rabu (31/7/2024).

Baca Juga: Putin Ancam Produksi Senjata Nuklir Lagi, Ini Respons Jerman

Meskipun Ukraina siap mengambil keputusan yang paling sulit dan mengandalkan utang dari Barat, Marchenko mengatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan untuk dapat bertempur, Kiev akan membutuhkan tambahan dana penyangga sebesar USD12-15 miliar pada 2025.

Dia pun mendatangi koleganya negara-negara Barat: "Ada defisit sebesar USD500 miliar hryvnia atau USD12,1 miliar dan ada solusi untuk menutupinya. Namun, kami juga berharap untuk tahun 2025 Anda akan memberikan jaminan keuangan yang cukup sehingga kami dapat membiayai anggaran tersebut."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Piala Dunia 2026 Berpotensi...
Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Panggung Terakhir Luka Modric
Rekomendasi
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved