Setelah B20, Jokowi Ingin Beralih ke B50 di Akhir 2020

Senin, 12 Agustus 2019 - 21:29 WIB
Setelah B20, Jokowi...
Setelah B20, Jokowi Ingin Beralih ke B50 di Akhir 2020
A A A
JAKARTA - Setelah B20, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginkan penggunaan bahan bakar biodiesel lebih banyak lagi, yaitu B50 pada akhir tahun 2020. B50 merupakan kebijakan mencampur biodiesel ke dalam BBM sebesar 50%.

Presiden Jokowi meminta agar kebijakan tersebut dimulai perlahan mulai tahun depan. Dimana awal tahun mendatang, ditingkatkan dari B20 menjadi B30 atau campuran 30% biodiesel dengan 70% bahan bakar minyak jenis solar.

"Saya juga ingin agar B20 ini nanti pada Januari 2020 itu sudah pindah ke B30. Selanjutnya nanti di akhir 2020, sudah meloncat lagi ke B50," katanya saat membuka rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Senin (12/8/2019).

Dia mengatakakan langkah ini untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan impor bahan bakar minyak. Bahkan jika kebijakan ini dilakukan secara konsisen maka akan ada penghematan anggaran yang cukup besar.

"Kalkulasinya adalah jika kita konsisten menerapkan B20 ini, kita bisa menghemat kurang lebih USD5,5 miliar per tahun. Ini angka yang gede banget," ungkapnya.

Selain itu, penerapan biodiesel ini juga dapat menimbulkan efek berganda bagi permintaan akan pasar sawit di pasar domestik. Sehingga pada akhirnya dapat memberikan keuntungan bagi industri kelapa sawit nasional.

"Yang tidak kalah pentingnya, penerapan B20 juga akan menciptakan permintaan domestik akan CPO yang sangat besar, yang kita harapkan menimbulkan multiplier effect terhadap 17 petani, pekebun, dan pekerja yang ada di (industri) kelapa sawit," tuturnya.

Selain meningkatkan kualitas lingkungan, penggunaan biodiesel juga dimaksudkan untuk memberikan posisi tawar yang besar bagi Indonesia, terkait dengan produk kelapa sawit nasional. Produksi minyak sawit yang melimpah di Tanah Air dapat diserap sebagai bahan baku penerapan kebijakan tersebut sehingga dapat mengangkat harga CPO di pasar global.

"Tekanan terhadap kelapa sawit kita, saya kira perlu diantisipasi dari dalam negeri sehingga kita memiliki sebuah bargaining position yang baik. Baik terhadap Uni Eropa maupun negara-negara lain yang mencoba untuk membuat bargaining position kita lemah," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Mantan Wali Kota Surakarta meminta jajarannya untuk mendalami kemungkinan pengolahan minyak sawit menjadi bahan bakar "avtur hijau". Produksi avtur hijau diharapkan dapat mengurangi defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan melalui penurunan impor minyak atau produk minyak.

"Saya mendengar CPO ini juga bisa dibuat avtur. Tolong ini ditekuni lagi lebih dalam. Kalau itu bisa mengurangi impor avtur kita sehingga defisit neraca perdagangan, defisit neraca transaksi berjalan kita akan semakin baik,” katanya.

Dia juga memperingatkan implementasi kebijakan ini di lapangan akan langsung diawasi sendiri olehnya. Dia meminta jajarannya agar memberikan komitmen penuh dalam menyukseskan kebijakan pemerintah tersebut.

"Perlu saya sampaikan di sini, bahwa saya akan cek langsung urusan yang berkaitan dengan penggunaan B20 ini termasuk nanti kalau meloncat ke B30," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Gunakan Aplikasi Baru...
Gunakan Aplikasi Baru saat Ratas, Jokowi: Sudah Dengar? Tes, Tes, Tes
Presiden Joko Widodo...
Presiden Joko Widodo Hadiri Penutupan B20 Summit Indonesia 2022
Resmikan Pabrik Biodiesel,...
Resmikan Pabrik Biodiesel, Presiden Tegaskan Hilirisasi CPO
1 Jam Pertemuan Dubes...
1 Jam Pertemuan Dubes Belanda dengan Jokowi, Ini yang Dibicarakan
Ketika Ketum MUI Panggil...
Ketika Ketum MUI Panggil Jokowi Insinyur Haji Muhammad Joko Widodo
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
5 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
Fenomena Ikan yang Hidup...
Fenomena Ikan yang Hidup di Laut Dalam Bermunculan ke Permukaan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved