Untung Rp22,6 Triliun, Rolls-Royce Hadiahkan Saham kepada 42 Ribu Karyawan

Senin, 05 Agustus 2024 - 08:46 WIB
loading...
Untung Rp22,6 Triliun,...
Rolls-Royce akan memberikan saham kepada karyawan, setelah produsen mobil terkenal asal Inggris yang juga memproduksi mesin pesawat itu meraup keuntungan sebesar 1,1 miliar pounds senilai Rp22,6 triliun. Foto/Dok EPA
A A A
DERBY - Rolls-Royce akan memberikan saham senilai 700 pounds setara Rp14,3 juta (Kurs Rp20.559 per USD) kepada karyawan, setelah perusahaan raksasa teknik itu mencetak kinerja mentereng. Dalam momen internal menyebutkan, produsen mobil terkenal asal Inggris yang juga memproduksi mesin pesawat akan menghadiahkan 150 saham kepada 42.000 pekerjanya di seluruh dunia.

Baca Juga: Garuda Berdamai dengan Rolls Royce Soal Gugatan Pembatalan Perjanjian

Berita ini muncul setelah perusahaan yang berbasis di Derby mengumumkan keuntungan sebesar 1,1 miliar pounds senilai Rp22,6 triliun pada paruh pertama tahun 2024. Raihan tersebut hampir dua kali lipat dari yang dihasilkannya selama periode yang sama pada tahun 2023.

Ini pertama kalinya Rolls-Royce menghadiahkan saham kepada karyawan, yang akan dibagikan pada bulan September 2024, mendatang. Langkah itu diperkirakan akan merugikan perusahaan sekitar 30 juta pounds.

Baca Juga: Rolls-Royce Resmi Perkenalkan Mobil Listrik Pertamanya

Pekerja di Inggris tidak akan dapat menjual saham mereka selama tiga tahun, dan setelahnya bakal dikenakan pajak, kecuali jika tetap ditahan selama lima tahun.

"Hasil paruh pertama kami yang kuat dan kemajuan yang kami buat dalam transformasi merupakan berkat kerja keras dan aksi orang-orang kami," kata perusahaan dalam sebuah pesan kepada staf.

Sebelumnya Rolls-Royce mendapatkan pukulan telak akibat pandemi Covid yang memicu penurunan tajam untuk perjalanan udara global. Kondisi itu sangat berdampak pada bisnis kedirgantaraan komersial perusahaan yang menjual dan melayani mesin jet.

Kepala Eksekutif Rolls-Royce, Tufan Erginbilgic meluncurkan program transformasi pada Januari tahun lalu tak lama setelah pengangkatannya. Ia menggambarkan perusahaan yang sedang berjuang sebagai "platform yang terbakar" dan memberi tahu staf bahwa mereka menghadapi "kesempatan terakhir" untuk berubah.

Rolls-Royce yang mempekerjakan 21.000 orang di Inggris, mengumumkan rencana PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) pada bulan Oktober untuk memangkas 2.500 pekerjaan secara global, dalam upaya membuat perusahaan "lebih efisien dan efektif".

Berbagi dalam Kesuksesan

Sejak perubahan tersebut, nasib perusahaan perlahan juga berubah dengan kebangkitannya dalam beberapa bulan terakhir hingga mendorong saham ke 501p sepanjang masa pada hari Kamis, setelah bisnis meningkatkan perkiraan laba dan mengembalikan dividen untuk pertama kalinya sejak pandemi.

"Hasil ini dimungkinkan berkat kerja keras Anda dan tindakan kolektif kami. Anda membuat perbedaan. Oleh karena itu, penting bagi untuk berbagi dengan Anda dalam kesuksesan kami," kata Erginbilgic kepada karyawan dalam memo, yang pertama kali dilaporkan oleh Financial Times.

"Itulah mengapa kami memberi Anda kesempatan untuk memiliki bagian dari Rolls-Royce," tambah mantan eksekutif di raksasa minyak BP itu.

"Kami ingin mengakui kontribusi Anda terhadap kesuksesan kami di masa depan dan kami menghargai atas peran Anda yang akan Anda mainkan di dalamnya," bebernya.

Erginbilgic, tidak termasuk yang akan akan menerima hadiah saham.

Russ Mould, direktur investasi di AJ Bell, mengatakan Rolls-Royce telah memberikan "salah satu perubahan haluan paling mengesankan sepanjang ingatannya dalam hidup".

"Tentu saja tidak biasa bagi perusahaan sebesar itu untuk dapat menghasilkan pengembalian harga saham yang kuat, tetapi itu hanya menunjukkan bahwa Rolls-Royce pernah terjebak dalam lubang yang sangat dalam dan telah berhasil naik kembali," tambahnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Tips MotionTrade: Begini...
Tips MotionTrade: Begini Mekanisme Transaksi ETF di Pasar Modal
Saham NPGF Melonjak...
Saham NPGF Melonjak 137%, Rumor Akuisisi Picu Optimisme
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Mulai Investasi Saham...
Mulai Investasi Saham dan Reksa Dana? Cek & Ikuti Promo Combo Cuan 50 dari MNC Sekuritas
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
Rekomendasi
Warga Tangsel Resah...
Warga Tangsel Resah Dipungut Biaya Pemakaman hingga Jutaan Rupiah
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
Lesti Kejora Dukung...
Lesti Kejora Dukung Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Perselingkuhan
Berita Terkini
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Bursa Siang Ini Merah,...
Bursa Siang Ini Merah, Ditutup Melemah 0,73% ke 6.127
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved