alexametrics

Sri Mulyani Berharap Anjloknya Peso Tak Ganggu Ekonomi Indonesia

loading...
Sri Mulyani Berharap Anjloknya Peso Tak Ganggu Ekonomi Indonesia
Menkeu Sri Mulyani Indrawati berharap kondisi eksternal seperti kejatuhan mata uang peso hingga gejolak Hong Kong tidak berdampak ke ekonomi nasional. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pelemahan mata uang peso terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terjadi karena adanya respons market atas kekalahan calon presiden petahana pada Pemilu 2019 Argentina. Hal ini terlihat dimana nilai tukar peso Argentina anjlok 15,3% terhadap USD, menyusul hasil mengejutkan dalam Pemilu Argentina.

"Jadi, calon presiden petahana yakni Presiden Mauricio Macri mendapatkan suara lebih rendah dibandingkan lawannya Alberto Fernandez. Itu kan berhubungan dengan ekspektasi dari market mengenai arah policy ke depan. Sehingga peso mengalami koreksi yang sangat dalam," ujar Menkeu Sri Mulyani di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Namun lanjut dia, persoalan melemahnya nilai tukar peso bakal menjadi pekerjaan rumah Argentina. "Maka itu, kami harapkan tidak memberikan dampak terhadap negara lain seperti Indonesia," jelasnya



Sambung dia menekankan, akan mengelola dengan hati-hati dalam menjaga instrumen fiskal agar ekonomi Indonesia tidak tertekan ketika faktor eksternal membayangi. Setelah kejatuhan Peso, gelombang unjuk rasa di Hong Kong terus bergulir hingga membuat Bandara Internasional mereka lumpuh yang tentunya memiliki dampak.

"Di Hongkong atau waktu itu seperti terjadi di Turki, memang kemudian negara-negara emerging akan mendapatkan sentimennya," paparnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak