alexametrics

Rupiah Ditutup Makin Parah Jadi Rp14.332/USD Saat Yen Meroket

loading...
Rupiah Ditutup Makin Parah Jadi Rp14.332/USD Saat Yen Meroket
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Selasa (13/8/2019) ditutup semakin parah untuk terus merosot ke kisaran level Rp14.332/USD. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Selasa (13/8/2019) ditutup semakin parah untuk terus merosot ke kisaran level Rp14.332/USD. Kejatuhan kurs rupiah mengiringi lesatan Yen saat mata uang safe heaven banjir peminat.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah anjlok ke level Rp14.315/USD untuk jadi sinyal buruk bila dibandingkan sesi sebelumnya Rp14.245/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan hari ini berada pada kisaran Rp14.216 hingga Rp14.330/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga ambruk menjadi Rp14.325/USD dari sesi penutupan awal pekan, kemarin Rp14.250/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.267-Rp14.334/USD.



Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga sesi sore terlihat tak berdaya usai menyusut hingga Rp14.332/USD. Kondisi eksternal yang tidak menentu menekan kurs rupiah sejak kemarin yang bertengger pada posisi Rp14.250/USD.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah di posisi Rp14.283/USD untuk menjadi sinyal kemerosotan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah lesu usai kemarin Rp14.220/USD.

Di sisi lain, Yen diperdagangkan mendekati level tertinggi tujuh bulan terhadap dolar pada hari Selasa, karena kerusuhan di Hong Kong dan gejolak pasar Argentina meningkatkan penghindaran risiko investor. Kondisi tersebut mengipasi permintaan untuk mata uang safe-haven Jepang.

Yen berada pada posisi 105,495 per dolar setelah menyentuh level 105,050 dalam sesi sebelumnya, atau terkuat sejak 3 Januari.

Mata uang Jepang, yang menarik investor saat terjadi gejolak pasar, telah menguat sangat besar pada bulan ini. Dukungan datang dari beberapa faktor-faktor seperti ketegangan perdagangan AS-China dan prospek pelonggaran moneter lebih lanjut oleh Federal Reserve AS.

Sedangkan Euro turun 0,25% menjadi 1,1188 per dolar, mengembalikan keuntungan moderat hari sebelumnya. Mata uang tunggal telah naik lebih tinggi pada awal pekan kemarin setelah imbal hasil obligasi Italia mundur dari posisi tertinggi lima minggu.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak