Amerika Disebut Sudah Jatuh ke Dalam Resesi, Begini Penjelasannya
Selasa, 06 Agustus 2024 - 10:19 WIB
loading...
Amerika Serikat (AS) diperkirakan saat ini sudah jatuh ke dalam resesi, yang disebut oleh mantan penasihat Federal Reserve Bank of Dallas, Danielle DiMartino Booth yakni Plain vanilla resesi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) diperkirakan saat ini sudah jatuh ke dalam resesi , yang disebut oleh mantan penasihat Federal Reserve Bank of Dallas, Danielle DiMartino Booth yakni 'Plain vanilla resesi'. Pernyataan ini disampaikan saat pasar saham dunia merosot imbas kekhawatiran pelemahan ekonomi AS .
Baca Juga: Ramalan BRICS: Dunia Bakal Sepenuhnya 'Kubur' Dolar AS di 2031
Resesi Plain vanilla adalah salah satu dari dua jenis resesi yang didorong oleh permintaan. Kondisi ini biasanya mengikuti periode pengetatan kebijakan yang bertujuan untuk menahan kelebihan permintaan atau masalah inflasi.
CEO dan kepala strategi untuk Quill Intelligence, DiMartino Booth mengatakan, resesi dimulai sekitar Oktober lalu. Dia menunjuk, pada pasar tenaga kerja yang melemah dan meningkatnya pengajuan kebangkrutan. Selain itu, dia mengatakan, penurunan harga perumahan dan peningkatan pasokan apartemen menunjukkan tren ini dapat berlanjut.
Baca Juga: Elon Musk Ramal Dolar AS Runtuh, Amerika Tiba-tiba Bangkrut
Ekonomi AS mengalami kemunduran tak terduga pada bulan Juli saat perekrutan turun tajam dan tingkat pengangguran naik untuk bulan keempat secara berturut-turut. Ditambah dengan kenaikan suku bunga yang bakal berdampak pada bisnis dan rumah tangga.
Dilaporkan Biro Statistik Tenaga Kerja bahwa tingkat pengangguran di AS melonjak menjadi 4,3%, naik dari 4,1% pada bulan sebelumnya. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak dimulainya pandemi Covid pada tahun 2020.
Baca Juga: Ramalan BRICS: Dunia Bakal Sepenuhnya 'Kubur' Dolar AS di 2031
Resesi Plain vanilla adalah salah satu dari dua jenis resesi yang didorong oleh permintaan. Kondisi ini biasanya mengikuti periode pengetatan kebijakan yang bertujuan untuk menahan kelebihan permintaan atau masalah inflasi.
CEO dan kepala strategi untuk Quill Intelligence, DiMartino Booth mengatakan, resesi dimulai sekitar Oktober lalu. Dia menunjuk, pada pasar tenaga kerja yang melemah dan meningkatnya pengajuan kebangkrutan. Selain itu, dia mengatakan, penurunan harga perumahan dan peningkatan pasokan apartemen menunjukkan tren ini dapat berlanjut.
Baca Juga: Elon Musk Ramal Dolar AS Runtuh, Amerika Tiba-tiba Bangkrut
Ekonomi AS mengalami kemunduran tak terduga pada bulan Juli saat perekrutan turun tajam dan tingkat pengangguran naik untuk bulan keempat secara berturut-turut. Ditambah dengan kenaikan suku bunga yang bakal berdampak pada bisnis dan rumah tangga.
Dilaporkan Biro Statistik Tenaga Kerja bahwa tingkat pengangguran di AS melonjak menjadi 4,3%, naik dari 4,1% pada bulan sebelumnya. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak dimulainya pandemi Covid pada tahun 2020.
Lihat Juga :