IHSG Berpeluang Bangkit ke 7.100-7.120, Analis Sarankan Cermati Saham Ini
Rabu, 07 Agustus 2024 - 07:18 WIB
loading...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak sesuai perkiraan dengan coba uji level 7.100-7.120. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) bergerak sesuai perkiraan dengan coba uji level 7.100-7.120 di Selasa (6/8/2024). Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan mengatakan, IHSG berpotensi lanjutkan rebound ke 7.150-7.180 di Rabu (7/8/2024).
Baca Juga: IHSG Ditutup Naik Nyaris 1%, Seluruh Sektor Menghijau
Valdy menyebut, fokus pasar akan tertuju pada data- data ekonomi penting pada hari ini. China diperkirakan kembali catat surplus neraca perdagangan, seiring dengan perbaikan pertumbuhan nilai ekspor dan impor di Juli 2024.
“Jepang dijadwalkan merilis data Coincidence dan Leading Economic Index di Juni 2024 yang sayangnya diperkirakan turun dari kondisi Mei 2024,” kata Valdy dalam keterangan resminya pada Rabu (7/8/2024).
Baca Juga: Pemerintah Was-was Soal Ancaman Resesi AS hingga IHSG Rontok 3,4%
Dari dalam negeri, pasar mengantisipasi rilis cadangan devisa per 31 Juli 2024. Cadangan devisa diperkirakan mengalami penurunan sejalan dengan upaya pemerintah menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di Juli 2024.
“Akan tetapi, diyakini masih jauh di atas batas kecukupan internasional di tiga bulan impor,” imbuh Valdy.
Adapun saham- saham yang bisa dicermati investor yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).
Baca Juga: IHSG Ditutup Naik Nyaris 1%, Seluruh Sektor Menghijau
Valdy menyebut, fokus pasar akan tertuju pada data- data ekonomi penting pada hari ini. China diperkirakan kembali catat surplus neraca perdagangan, seiring dengan perbaikan pertumbuhan nilai ekspor dan impor di Juli 2024.
“Jepang dijadwalkan merilis data Coincidence dan Leading Economic Index di Juni 2024 yang sayangnya diperkirakan turun dari kondisi Mei 2024,” kata Valdy dalam keterangan resminya pada Rabu (7/8/2024).
Baca Juga: Pemerintah Was-was Soal Ancaman Resesi AS hingga IHSG Rontok 3,4%
Dari dalam negeri, pasar mengantisipasi rilis cadangan devisa per 31 Juli 2024. Cadangan devisa diperkirakan mengalami penurunan sejalan dengan upaya pemerintah menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di Juli 2024.
“Akan tetapi, diyakini masih jauh di atas batas kecukupan internasional di tiga bulan impor,” imbuh Valdy.
Adapun saham- saham yang bisa dicermati investor yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).
(akr)
Lihat Juga :