Siasati Sistem Perbankan Barat, Rusia-China Gunakan Skema Barter

Kamis, 08 Agustus 2024 - 15:37 WIB
loading...
A A A
China dan Rusia tercatat memiliki sejarah kesepakatan barter sebelumnya. Pada tahun 2019, China setuju untuk memperdagangkan minyak kelapa sawit senilai hampir USD150 juta dari Malaysia untuk layanan konstruksi, produk sumber daya alam, dan peralatan sipil dan pertahanan. Pada tahun 2021, sebuah perusahaan China mengekspor suku cadang mobil senilai USD2 juta ke Iran dengan imbalan kacang pistachio.

Kesepakatan barter antara Moskow dan Beijing biasa terjadi sebelum Uni Soviet runtuh dan berlanjut hingga tahun 1990-an, tetapi kesepakatan yang sedang dibahas saat ini akan menjadi yang pertama dalam sekitar 30 tahun, kata sumber tersebut. "Saya ingat di awal tahun 1990-an...ada kesepakatan barter antara China dan Rusia saat itu," kata Kyle Shostak, wakil ketua dewan di Qifa, sebuah perusahaan China-Rusia yang berusaha meredakan masalah perdagangan bilateral dengan penyelesaian digital.

"Kemudian, karena perkembangan sektor perbankan, seluruh bisnis, seluruh perdagangan antara Rusia dan China sepenuhnya beralih ke penyelesaian bank." Shostak mengatakan, platform Qifa akan siap memfasilitasi perdagangan barter ketika peraturan sudah sepenuhnya berlaku.

Kementerian ekonomi Rusia menerbitkan sebuah dokumen pada bulan Februari yang memberi saran kepada perusahaan-perusahaan Rusia tentang cara melakukan transaksi barter dan menunjukkan jebakan yang harus dihindari. Dokumen setebal 15 halaman tersebut mencakup panduan langkah demi langkah untuk menghitung biaya dan bea cukai, menjelaskan persyaratan akuntansi yang diperlukan, dan menyediakan templat kontrak untuk berbagai jenis perdagangan barter - bilateral, multilateral, dan tol, di mana pabrik digunakan oleh pihak ketiga misalnya.

Dokumen tersebut menjelaskan perdagangan barter sebagai cara yang baik untuk menghindari penyelesaian internasional dan uang tunai. Kementerian ekonomi Rusia tidak menanggapi pertanyaan tentang dokumen tersebut atau rencana perdagangan barter dengan China.

Baca Juga: Bakal Perang Lawan Israel, Iran Dipasok Senjata Rusia

Perdagangan barter menawarkan jalan keluar dari masalah pembayaran yang besar dengan barang-barang yang dikenai sanksi dan sipil, kata seorang sumber pemerintah Rusia, yang menyesalkan bahwa perjalanan Putin ke China tidak meningkatkan prospek seperti yang diharapkan. "Ada hal-hal politis yang perlu diselesaikan, tetapi meskipun bos kami berkunjung ke China, hal itu belum terjadi," kata orang tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
China Membangun Replika...
China Membangun Replika Kapal Perang AS hingga Kantor Presiden Taiwan untuk Target Rudal
Klaim China di Perairan...
Klaim China di Perairan Natuna, Pakar Minta Indonesia Pertahankan Kedaulatan
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
Rekomendasi
Menang Telak 5-1, Herdman...
Menang Telak 5-1, Herdman Kecewa Timnas Indonesia Gagal Clean Sheet
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
Wabup Maluku Tengah...
Wabup Maluku Tengah Sebut Bimtek Perindo Jadi Ajang Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
Berita Terkini
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Paksa Bank Sentral Terus Sesuaikan Kebijakan Moneter
Naik 5,6%, SIG Catat...
Naik 5,6%, SIG Catat Penjualan 18,27 Juta Ton di Semester I 2026
Media Asing Soroti Mundurnya...
Media Asing Soroti Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo, Uji Independensi Bank Indonesia
Perkuat Talenta Energi...
Perkuat Talenta Energi melalui Program GLOBE Berbasis AI, Pertamina Drilling Gandeng ELSA Business
7 Tahun Pimpin BI Sebelum...
7 Tahun Pimpin BI Sebelum Mundur, Perry Warjiyo Punya Karir Panjang dan Cemerlang
Ribuan Sengketa Pajak...
Ribuan Sengketa Pajak Bermunculan, Perbedaan Tafsir Masih Jadi Pemicu Utama
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved