Berkolaborasi untuk Menetrasi Pasar Anak Muda Indonesia
Kamis, 08 Agustus 2024 - 14:47 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kecanggihan teknologi digital memudahkan untuk melakukan bermacam kegiatan termasuk untuk men-support aktifitas asuransi sekaligus untuk meng-grab anak muda yang notabene aktif memanfaatkan teknologi digital dalam kehidupan sehari hari.
Menjawab hal tersebut, perusahaan insurtech Fuse bekerja sama dengan PT Asuransi Simas Jiwa (Simas Jiwa) menghadirkan produk asuransi jiwa dwiguna bernama Simas Dana Pasti untuk melebarkan sayap sekaligus mengedukasi generasi muda akan pentingnya menggunakan asuransi yang mana di Indonesia sendiri kesadaran masih sangat rendah mempersiapkan masa depan lewat asuransi.
Melalui kerja sama strategis ini, perusahaan menargetkan untuk menjaring 5.000 nasabah dalam satu tahun ke depan dengan total premi mencapai Rp50 miliar.
Ivan Sunandar, Co-founder dan Chief Executive Officer (CEO) Fuse, menyatakan bahwa Simas Dana Pasti merupakan upaya untuk memperluas pasar asuransi jiwa melalui platform digital. Bisa dikatakan, penetrasi asuransi di Indonesia saat ini masih tergolong rendah, yakni hanya sekitar 1-2%.
“Dengan premi minimum Rp10 juta, jika berhasil mendapatkan 5.000 nasabah, kami akan mencapai sekitar Rp50 miliar. Namun, kami berharap bisa melampaui angka tersebut,” ujar Ivan dalam konferensi pers, Rabu (7/8/2024).
Menjawab hal tersebut, perusahaan insurtech Fuse bekerja sama dengan PT Asuransi Simas Jiwa (Simas Jiwa) menghadirkan produk asuransi jiwa dwiguna bernama Simas Dana Pasti untuk melebarkan sayap sekaligus mengedukasi generasi muda akan pentingnya menggunakan asuransi yang mana di Indonesia sendiri kesadaran masih sangat rendah mempersiapkan masa depan lewat asuransi.
Melalui kerja sama strategis ini, perusahaan menargetkan untuk menjaring 5.000 nasabah dalam satu tahun ke depan dengan total premi mencapai Rp50 miliar.
Ivan Sunandar, Co-founder dan Chief Executive Officer (CEO) Fuse, menyatakan bahwa Simas Dana Pasti merupakan upaya untuk memperluas pasar asuransi jiwa melalui platform digital. Bisa dikatakan, penetrasi asuransi di Indonesia saat ini masih tergolong rendah, yakni hanya sekitar 1-2%.
“Dengan premi minimum Rp10 juta, jika berhasil mendapatkan 5.000 nasabah, kami akan mencapai sekitar Rp50 miliar. Namun, kami berharap bisa melampaui angka tersebut,” ujar Ivan dalam konferensi pers, Rabu (7/8/2024).
Lihat Juga :