Belanja Pemerintah Bengkak, APBN Defisit Rp93,4 Triliun per Juli 2024
Selasa, 13 Agustus 2024 - 10:56 WIB
loading...
A
A
A
"Ini artinya kita sudah membelanjakan 49,3 persen dari pagu. Kalau kita lihat pertumbuhan dari belanja kita cukup tinggi dan ini konsisten," ujar Sri Mulyani.
Adapun pendapatan negara dari pajak, bea cukai, PNBP serta hibah sebesar Rp1.545,5 triliun atau 4,3 persen (yoy) atau sudah 55,1 persen dari target tahun 2024.
Baca Juga: Sri Mulyani Belum Bisa Memastikan Anggaran IKN di Era Prabowo
Sri Mulyani mengatakan kinerja pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh perubahan penerimaan cukai dan bea keluar. Terkait perekonomian di dalam negeri terhadap pergerakan APBN masih akan dibayangi kondisi global, yakni risiko resesi AS.
"Pasti ikut gejolak yang terjadi dengan terbitnya data di AS yang kemudian memperkirakan akan terjadi resesi," ujar dia.
Adapun pendapatan negara dari pajak, bea cukai, PNBP serta hibah sebesar Rp1.545,5 triliun atau 4,3 persen (yoy) atau sudah 55,1 persen dari target tahun 2024.
Baca Juga: Sri Mulyani Belum Bisa Memastikan Anggaran IKN di Era Prabowo
Sri Mulyani mengatakan kinerja pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh perubahan penerimaan cukai dan bea keluar. Terkait perekonomian di dalam negeri terhadap pergerakan APBN masih akan dibayangi kondisi global, yakni risiko resesi AS.
"Pasti ikut gejolak yang terjadi dengan terbitnya data di AS yang kemudian memperkirakan akan terjadi resesi," ujar dia.
(nng)
Lihat Juga :