PLN EPI-Pemprov DKI Jakarta Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Jumputan Padat
Selasa, 13 Agustus 2024 - 22:25 WIB
loading...
Kolaborasi PLN EPI-Pemprov DKI ini tak hanya mengurai persoalan sampah kota, tapi juga mendorong ekonomi sirkular di Jakarta. FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengolah sampah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) sebagai subtitusi batu bara di PLTU. Kolaborasi ini tak hanya membantu mengurai persoalan sampah kota, namun juga memproduksi biomassa yang dapat mereduksi emisi di pembangkit listrik.
Kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan MoU pada Juni 2023 ini telah memasuki tahap pelaksanaan kajian dan studi kelayakan terkait inputan sampah yang ada di TPS 3R Pesanggrahan menjadi BBJP dan selanjutnya akan dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama. Melalui kerja sama ini, sampah yang masuk ke TPS Pesanggarahan yang sebagian besar merupakan sampah organik perumahan akan direduksi menjadi bahan bernilai ekonomis.
Baca Juga: LIKE 2024: PLN Bangun Ekonomi Kerakyatan lewat Program Co-Firing Biomassa
"Sebagai entitas yang bertugas menjamin rantai pasok bahan baku untuk pembangkit listrik, PLN EPI terus melakukan berbagai inovasi untuk mendukung pemerintah dalam reduksi emisi karbon serta meningkatkan ekonomi sirkuler," ujar Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara di Jakarta, Selasa (13/8/2024).
Iwan menjelaskan, teknologi co-firing merupakan terobosan mutakhir yang tidak hanya mampu mengurangi persoalan sampah kota, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi di pembangkit listrik melalui penggantian penggunaan batu bara dengan biomassa. "Dalam proses penerapannya nanti saat mulai commissioning, akan dilaksanakan uji coba di PLTU terdekat, yaitu PLTU Lontar di Tangerang. Nanti sebagian juga akan dikoordinasikan kembali. Artinya produk selain BBJP ini bisa di offtake oleh industri semen yang ada di sekitar Jakarta," paparnya.
Kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan MoU pada Juni 2023 ini telah memasuki tahap pelaksanaan kajian dan studi kelayakan terkait inputan sampah yang ada di TPS 3R Pesanggrahan menjadi BBJP dan selanjutnya akan dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama. Melalui kerja sama ini, sampah yang masuk ke TPS Pesanggarahan yang sebagian besar merupakan sampah organik perumahan akan direduksi menjadi bahan bernilai ekonomis.
Baca Juga: LIKE 2024: PLN Bangun Ekonomi Kerakyatan lewat Program Co-Firing Biomassa
"Sebagai entitas yang bertugas menjamin rantai pasok bahan baku untuk pembangkit listrik, PLN EPI terus melakukan berbagai inovasi untuk mendukung pemerintah dalam reduksi emisi karbon serta meningkatkan ekonomi sirkuler," ujar Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara di Jakarta, Selasa (13/8/2024).
Iwan menjelaskan, teknologi co-firing merupakan terobosan mutakhir yang tidak hanya mampu mengurangi persoalan sampah kota, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi di pembangkit listrik melalui penggantian penggunaan batu bara dengan biomassa. "Dalam proses penerapannya nanti saat mulai commissioning, akan dilaksanakan uji coba di PLTU terdekat, yaitu PLTU Lontar di Tangerang. Nanti sebagian juga akan dikoordinasikan kembali. Artinya produk selain BBJP ini bisa di offtake oleh industri semen yang ada di sekitar Jakarta," paparnya.
Lihat Juga :