Balas Dendam Iran ke Israel Bikin Maskapai Waswas, Warga Yahudi Berebut Penerbangan
Rabu, 14 Agustus 2024 - 09:12 WIB
loading...
A
A
A
Maskapai penerbangan nasional Jerman, Lufthansa menerangkan, pada 7 Agustus lalu bahwa keputusan memperpanjang penangguhan penerbangan melalui wilayah udara Iran dan Irak itu karena adanya potensi serangan balas dendam Iran terhadap Israel.
Dalam sebuah pernyataan, maskapai itu mengatakan pihaknya memperpanjang penangguhan layanan ke Tel Aviv, Teheran, Beirut, Amman dan Erbil. Lufthansa sebelumnya menangguhkan penerbangan ke Tel Aviv pada 1 Agustus hingga 8 Agustus.
Sehari sebelum kematian pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh di Teheran, Mesir langsung menginstruksikan semua maskapai penerbangannya untuk menghindari wilayah udara Iran selama tiga jam pada Kamis dini hari, di tengah ketegangan antara Israel dan Iran.
Delta Air Lines di Amerika Serikat juga mengumumkan pekan lalu bahwa mereka telah menangguhkan penerbangan ke Tel Aviv hingga 31 Agustus. Maskapai lain juga mengumumkan bahwa mereka membatalkan penerbangan ke dan dari Israel karena situasi keamanan.
Maskapai bertarif rendah Inggris, easyJet mengutarakan, bahwa pihaknya memperpanjang penangguhannya hingga Maret 2025. Maskapai ini sebelumnya telah menangguhkan penerbangan menuju Israel hingga 27 Oktober, menyusul serangan drone dan rudal Iran yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 14 April terhadap Israel sebagai tanggapan atas pemboman di Suriah yang menewaskan anggota senior Korps Pengawal Revolusi Islam.
Beberapa maskapai penerbangan melanjutkan penerbangan ke Israel minggu ini, termasuk maskapai penerbangan bertarif rendah Hongaria Wizz Air, yang membantu ribuan warga Israel yang terdampar di luar negeri.
EL AL Israel Airlines, bersama dengan beberapa maskapai lokal, juga meningkatkan penerbangan dari Yunani dan Siprus untuk membantu sekitar 150.000 warga Israel yang terdampar di luar negeri karena pembatalan penerbangan.
Dalam sebuah pernyataan, maskapai itu mengatakan pihaknya memperpanjang penangguhan layanan ke Tel Aviv, Teheran, Beirut, Amman dan Erbil. Lufthansa sebelumnya menangguhkan penerbangan ke Tel Aviv pada 1 Agustus hingga 8 Agustus.
Sehari sebelum kematian pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh di Teheran, Mesir langsung menginstruksikan semua maskapai penerbangannya untuk menghindari wilayah udara Iran selama tiga jam pada Kamis dini hari, di tengah ketegangan antara Israel dan Iran.
Delta Air Lines di Amerika Serikat juga mengumumkan pekan lalu bahwa mereka telah menangguhkan penerbangan ke Tel Aviv hingga 31 Agustus. Maskapai lain juga mengumumkan bahwa mereka membatalkan penerbangan ke dan dari Israel karena situasi keamanan.
Maskapai bertarif rendah Inggris, easyJet mengutarakan, bahwa pihaknya memperpanjang penangguhannya hingga Maret 2025. Maskapai ini sebelumnya telah menangguhkan penerbangan menuju Israel hingga 27 Oktober, menyusul serangan drone dan rudal Iran yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 14 April terhadap Israel sebagai tanggapan atas pemboman di Suriah yang menewaskan anggota senior Korps Pengawal Revolusi Islam.
Beberapa maskapai penerbangan melanjutkan penerbangan ke Israel minggu ini, termasuk maskapai penerbangan bertarif rendah Hongaria Wizz Air, yang membantu ribuan warga Israel yang terdampar di luar negeri.
EL AL Israel Airlines, bersama dengan beberapa maskapai lokal, juga meningkatkan penerbangan dari Yunani dan Siprus untuk membantu sekitar 150.000 warga Israel yang terdampar di luar negeri karena pembatalan penerbangan.
(akr)
Lihat Juga :