Balas Dendam Iran ke Israel Bikin Maskapai Waswas, Warga Yahudi Berebut Penerbangan
Rabu, 14 Agustus 2024 - 09:12 WIB
loading...
A
A
A
"Sejak insiden itu ada banyak ruang udara ditutup secara cepat, dan menciptakan kekacauan," kata Zee kepada Reuters saat itu.
Konflik Iran versus Israel menjadi pukulan terbaru bagi industri penerbangan yang sebelumnya sudah menghadapi sejumlah pembatasan karena perang antara Israel dan Hamas, serta Rusia dan Ukraina.
Wilayah udara Iran dipakai oleh maskapai penerbangan yang melayani rute antara Eropa dan Asia. Namun akibat konflik ini, deretan maskapai tersebut bakal dibatasi pada dua rute alternatif, apakai itu melalui Turki atau Mesir, dan Arab Saudi.
Sementara itu serangan Iran pada April membuat maskapai penerbangan besar Timur Tengah, seperti Emirates Airlines, Qatar Airways dan Etihad Airway membatalkan atau mengubah rute beberapa penerbangan.
Selain itu Air Canada (AC. TO) juga menunda penerbangan ke dan dari Tel Aviv hingga akhir Juni. "Keselamatan penumpang dan awak selalu menjadi prioritas utama," katanya saat April lalu.
Emirates, Flydubai, Turkish Air, Wizz Air Abu Dhabi dan Belavia juga termasuk di antara maskapai yang kemungkinan bakal terdampak.
Kini dengan konflik Iran dan Israel yang kembali memanas, usai meninggalnya pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh di Teheran bakal membuat gejolak industri penerbangan di wilayah tersebut bakal kembali berulang.
Diperkuat oleh sikap AS yang diketahui memperkuat postur keamanannya di Timur Tengah seolah mengindikasikan bahwa serangan Iran kali ini sama sekali tak biasa. Mungkin saja serangan kali ini lebih buruk dibanding serangan Iran ke israel pada April 2024 yang lalu.
Konflik Iran versus Israel menjadi pukulan terbaru bagi industri penerbangan yang sebelumnya sudah menghadapi sejumlah pembatasan karena perang antara Israel dan Hamas, serta Rusia dan Ukraina.
Wilayah udara Iran dipakai oleh maskapai penerbangan yang melayani rute antara Eropa dan Asia. Namun akibat konflik ini, deretan maskapai tersebut bakal dibatasi pada dua rute alternatif, apakai itu melalui Turki atau Mesir, dan Arab Saudi.
Sementara itu serangan Iran pada April membuat maskapai penerbangan besar Timur Tengah, seperti Emirates Airlines, Qatar Airways dan Etihad Airway membatalkan atau mengubah rute beberapa penerbangan.
Selain itu Air Canada (AC. TO) juga menunda penerbangan ke dan dari Tel Aviv hingga akhir Juni. "Keselamatan penumpang dan awak selalu menjadi prioritas utama," katanya saat April lalu.
Emirates, Flydubai, Turkish Air, Wizz Air Abu Dhabi dan Belavia juga termasuk di antara maskapai yang kemungkinan bakal terdampak.
Kini dengan konflik Iran dan Israel yang kembali memanas, usai meninggalnya pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh di Teheran bakal membuat gejolak industri penerbangan di wilayah tersebut bakal kembali berulang.
Diperkuat oleh sikap AS yang diketahui memperkuat postur keamanannya di Timur Tengah seolah mengindikasikan bahwa serangan Iran kali ini sama sekali tak biasa. Mungkin saja serangan kali ini lebih buruk dibanding serangan Iran ke israel pada April 2024 yang lalu.
Potensi Perang Iran-Israel bikin Maskapai Waswas
Wisatawan berebut penerbangan saat maskapai memangkas rute di tengah kekhawatiran perang Iran-Israel. Diketahui Lufthansa Jerman sempat memperpanjang penangguhan layanan ke Tel Aviv, Teheran, Beirut, Amman dan Erbil, untuk kemudian membukanya kembali pada 13 Agustus, kemarin.Lihat Juga :