Tembus Rekor, CEO Inggris Menikmati Gaji Jumbo di Tengah Krisis
Rabu, 14 Agustus 2024 - 21:13 WIB
loading...
Bos perusahaan terbesar di Inggris menikmati rekor gaji tertinggi pada tahun 2023, dimana 9 perusahaan menawarkan paket lebih dari 10 juta pound (USD12,75 juta) setara Rp199 miliar. Foto/Dok Reuters
A
A
A
LONDON - CEO perusahaan terbesar di Inggris menikmati rekor gaji tertinggi pada tahun 2023, dimana 9 perusahaan menawarkan paket lebih dari 10 juta pound (USD12,75 juta) setara Rp199 miliar (Kurs Rp15.611/USD). Hal ini berdasarkan penelitian terhadap pekerja Inggris , oleh lembaga think tank High Pay Centre.
Baca Juga: 5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Gaji rata-rata CEO perusahaan FTSE-100 naik 2,2% menjadi 4,19 juta pound tahun lalu, meskipun pertumbuhan gaji CEO terbilang melambat dibandingkan dua tahun sebelumnya. Rata-rata gaji CEO FTSE-100 mencapai 120 kali lipat dari rata-rata pekerja Inggris, diungkapkan oleh penelitian ini.
Di sisi lain ada demo pekerja tahun lalu yang menuntut kenaikan upah atau perbaikan kondisi kerja, di antaranya dilakukan oleh masinis kereta api hingga dokter keluarga di Inggris.
"Peningkatan gaji rata-rata CEO mencerminkan sejumlah kecil perusahaan yang memberikan penghargaan gaji yang sangat besar, bukan peningkatan besar secara keseluruhan," kata Luke Hildyard, direktur High Pay Centre seperti dilansir Reuters.
Baca Juga: 5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Gaji rata-rata CEO perusahaan FTSE-100 naik 2,2% menjadi 4,19 juta pound tahun lalu, meskipun pertumbuhan gaji CEO terbilang melambat dibandingkan dua tahun sebelumnya. Rata-rata gaji CEO FTSE-100 mencapai 120 kali lipat dari rata-rata pekerja Inggris, diungkapkan oleh penelitian ini.
Di sisi lain ada demo pekerja tahun lalu yang menuntut kenaikan upah atau perbaikan kondisi kerja, di antaranya dilakukan oleh masinis kereta api hingga dokter keluarga di Inggris.
"Peningkatan gaji rata-rata CEO mencerminkan sejumlah kecil perusahaan yang memberikan penghargaan gaji yang sangat besar, bukan peningkatan besar secara keseluruhan," kata Luke Hildyard, direktur High Pay Centre seperti dilansir Reuters.
Lihat Juga :