SKK Migas Dorong Strategi Berkelanjutan Hadapi Tantangan Energi Masa Depan
Jum'at, 16 Agustus 2024 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
Tema yang diusung dalam acara tersebut, Navigating Long Term Plan Through Integrated Supply Chain for National Capacity Building, sangat relevan dengan tujuan SKK Migas untuk mencapai produksi 1 juta barel per hari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD).
"Digitalisasi dalam pengelolaan rantai suplai menjadi salah satu pilar strategis industri hulu migas. Kami telah mengimplementasikan platform IOG e-Commerce untuk pengadaan barang dengan nilai hingga Rp1 miliar. Inisiatif ini diharapkan mempercepat proses pengadaan, memperluas pasar bagi penyedia barang lokal dan menciptakan kompetisi yang sehat," kata dia.
Baca Juga: Tingkatkan Produksi Minyak, SKK Migas Perkuat Manajemen Rantai Pasok
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menegaskan pentingnya rantai suplai yang efektif dan efisien sebagai fondasi suksesnya industri migas.
"Kita membutuhkan pengelolaan rantai suplai yang tidak hanya tangguh, tetapi juga fleksibel beradaptasi dengan perubahan pasar," ungkap Arifin.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendorong percepatan digitalisasi rantai suplai di sektor hulu migas.
"Penerapan e-catalog adalah salah satu keberhasilan terbesar yang telah kita capai dan ini adalah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pemerintahan kita," ujar Luhut.
"Digitalisasi dalam pengelolaan rantai suplai menjadi salah satu pilar strategis industri hulu migas. Kami telah mengimplementasikan platform IOG e-Commerce untuk pengadaan barang dengan nilai hingga Rp1 miliar. Inisiatif ini diharapkan mempercepat proses pengadaan, memperluas pasar bagi penyedia barang lokal dan menciptakan kompetisi yang sehat," kata dia.
Baca Juga: Tingkatkan Produksi Minyak, SKK Migas Perkuat Manajemen Rantai Pasok
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menegaskan pentingnya rantai suplai yang efektif dan efisien sebagai fondasi suksesnya industri migas.
"Kita membutuhkan pengelolaan rantai suplai yang tidak hanya tangguh, tetapi juga fleksibel beradaptasi dengan perubahan pasar," ungkap Arifin.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendorong percepatan digitalisasi rantai suplai di sektor hulu migas.
"Penerapan e-catalog adalah salah satu keberhasilan terbesar yang telah kita capai dan ini adalah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pemerintahan kita," ujar Luhut.
(nng)
Lihat Juga :