Miliarder AS Bakal Dihantam Buffett Rule demi Atasi Utang Rp546.282 Triliun

Sabtu, 17 Agustus 2024 - 11:34 WIB
loading...
A A A
"Jadi beberapa di antaranya adalah infrastruktur, kredit pajak penghasilan yang diperoleh (EITC), militer. Saya berharap memiliki sistem pajak internasional yang kompetitif... dan kemudian akan memaksimalkan pertumbuhan," bebernya.

Dalam beberapa poin, Dimon yang memimpin bank terbesar AS dari segi aset itu mencatat, ketegangan geopolitik sebagai risiko terbesar bagi ekonomi global. Dampaknya, ada peningkatan dalam pengeluaran untuk militer.

Ia juga mengatakan, perombakan akan memberikan "pendapatan yang sangat dibutuhkan bagi individu dan komunitas yang paling membutuhkannya."

"Saya akan melakukannya dengan mengenakan pajak lebih banyak kepada orang kaya," katanya kepada Pusat Kebijakan Bipartisan pada bulan Januari.

Diikuti dengan investasi ke dalam pertumbuhan, Dimon melanjutkan, akan mengurangi defisit. "Anda mungkin hanya akan menaikkan sedikit pajak. Seperti aturan Warren Buffett, saya akan melakukan itu," jelasnya.

Apa itu 'Buffett Rule' (Aturan Buffett)?


Aturan Buffett menyatakan, bahwa tidak ada rumah tangga yang berpenghasilan lebih dari USD1 juta per tahun harus membayar bagian lebih kecil daripada keluarga kelas menengah.

Hal itu diungkapkan setelah CEO Berkshire Hathaway berulang kali menunjukkan bahwa dia membayar persentase pajak penghasilan yang sama dengan sekretarisnya Debbie Bosanek. Secara tidak sengaja, hal itu mengungkap wajah ketidaksetaraan pajak di Amerika Serikat.

Masalah ini muncul dari fakta bahwa ketika Buffett yang memiliki kekayaan bersih USD138 miliar, berdasarkan data Indeks Miliarder Bloomberg, seharusnya membayar bagian pajak penghasilan federal yang lebih tinggi. Namun Bosanek membayar bagian yang lebih tinggi dari pendapatannya dalam pajak Jaminan Sosial daripada Buffett.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
Rekomendasi
Korea Selatan vs Republik...
Korea Selatan vs Republik Ceko: Konsistensi Kontra Jago Bola Mati
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved