alexametrics

Fintech Lending Bisa Jadi Solusi Pembiayaan Ekonomi Kreatif

loading...
Fintech Lending Bisa Jadi Solusi Pembiayaan Ekonomi Kreatif
Kehadiran financial technology (fintech) dalam era digital yang semakin berkembang saat ini, diyakini bisa menjadi solusi pembiayaan terhadap ekonomi kreatif. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Kehadiran financial technology (fintech) dalam era digital yang semakin berkembang saat ini, diyakini bisa menjadi solusi pembiayaan terhadap ekonomi kreatif. Ditambah keberadaan unicorn e-commerce sepatutnya bisa mendorong produk-produk UMKM lokal untuk diperjualbelikan.

"Saat ini, penggerak ekonomi kreatif kita seperti UKM, masih banyak terhambat di sektor pembiayaan yang mayoritas masih dipegang oleh bank. Apalagi industri kreatif yang asetnya bersifat intangible," ujar Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Fadjar Hutomo di Jakarta, Jumat(13/9/2019).

Oleh karena itu, pemerintah melalui Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) menilai bahwa inklusi keuangan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, mempercepat penanggulangan kemiskinan, dan mengurangi kesenjangan pendapatan individu dan daerah. Inklusi keuangan ini bisa didongkrak dengan keberadaan fintech.



"Fintech dapat menjadi penghubung antara pihak yang membutuhkan pinjaman (borrower) dan pihak pemberi pinjaman (lender) untuk tetap produktif. Alur pendanaannya lebih mudah dan cepat, bunganya juga kompetitif," tambah Fadjar.

Ia menjelaskan bahwa selain upaya crowdfunding, ada bentuk pembiayaan unik yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku industri kreatif, yaitu invoice financing atau pembiayaan tagihan. "Melalui invoice financing, pelaku usaha dapat menjaminkan tagihan yang sedang berjalan dan memperoleh pinjaman secara mudah, cepat, dan aman tanpa khawatir cashflow terganggu. Suntikan modal ini membantu UMKM untuk memastikan bisnisnya dapat berjalan dengan baik," tuturnya.

Fadjar menambahkan bahwa industri fintech lending bisa bekerjasama dengan Bekraf dalam matchmaking dan pendanaan ke UMKM yang sudah dikurasi melalui pemain di sektor fintech lending. Ia berharap bahwa value chain para pelaku ekonomi kreatif bisa dikembangkan sehingga tercipta ekosistem yang lebih mapan dan ada multiplier effect.

"Penyaluran dana fintech lending akan selalu mengutamakan tingkat risiko, namun dengan kerjasama dengan Bekraf, maka ekosistem akan semakin berkembang karena pangsa pasar dan market yang dijangkau lebih luas," ujarnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak