Pembangunan Bendungan PLTA Kayan Cascade Segera Direalisasikan
Selasa, 20 Agustus 2024 - 23:48 WIB
loading...
Pembangunan bendungan PLTA Kayan Cascade di Bulungan, Kalimantan Utara segera direalisasikan. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Kayan Hydro Energy (PT KHE) berkomitmen untuk mempercepat realisasi pembangunan bendungan PLTA Kayan Cascade di Bulungan, Kalimantan Utara. Proyek tersebut dinilai penting untuk mendukung transisi energi di Indonesia dari fosil ke energi hijau.
"Proyek ini sangat penting untuk Indonesia, terutama dalam kaitannya dengan transisi energi. Kami dari Kayan Hydro Energy berkomitmen merealisasikan proyek ini secepatnya sesuai dengan program yang telah dicanangkan pemerintah," ujar perwakilan holding perusahaan yang menaungi PT KHE, Eko Permanahadi, dalam acara Business Dinner on an Investment Opportunity in Kayan Hydro Power Energy, di Jakarta, dikutip Selasa (20/8/2024).
Eko menegaskan bahwa tujuan dari forum ini untuk membangun kemitraan setara dengan pihak Jepang. Menurutnya, pihaknya berada dalam posisi yang sama dengan mereka. "Bukan hanya sekadar mencari investor, tapi kami juga berinvestasi dan berkomitmen dalam proyek ini," jelasnya.
Semnetara Deputi Menteri Koordinator Bidang Kerja Sama Ekonomi Internasional, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi, yang juga hadir, menekankan bahwa perizinan bukanlah masalah utama dalam proyek ini, melainkan pengelolaan Sungai Kayan yang menjadi sumber energi PLTA tersebut.
"Pengelolaan Sungai Kayan sangat penting karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Kami tidak ingin sungai ini dikendalikan oleh pihak luar," tegasnya.
"Proyek ini sangat penting untuk Indonesia, terutama dalam kaitannya dengan transisi energi. Kami dari Kayan Hydro Energy berkomitmen merealisasikan proyek ini secepatnya sesuai dengan program yang telah dicanangkan pemerintah," ujar perwakilan holding perusahaan yang menaungi PT KHE, Eko Permanahadi, dalam acara Business Dinner on an Investment Opportunity in Kayan Hydro Power Energy, di Jakarta, dikutip Selasa (20/8/2024).
Eko menegaskan bahwa tujuan dari forum ini untuk membangun kemitraan setara dengan pihak Jepang. Menurutnya, pihaknya berada dalam posisi yang sama dengan mereka. "Bukan hanya sekadar mencari investor, tapi kami juga berinvestasi dan berkomitmen dalam proyek ini," jelasnya.
Semnetara Deputi Menteri Koordinator Bidang Kerja Sama Ekonomi Internasional, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi, yang juga hadir, menekankan bahwa perizinan bukanlah masalah utama dalam proyek ini, melainkan pengelolaan Sungai Kayan yang menjadi sumber energi PLTA tersebut.
"Pengelolaan Sungai Kayan sangat penting karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Kami tidak ingin sungai ini dikendalikan oleh pihak luar," tegasnya.
Lihat Juga :