Industri Hulu Migas Terus Ngegas Demi Ketahanan Energi

Rabu, 21 Agustus 2024 - 01:06 WIB
loading...
A A A
Senada dengan Gall, BP Regional President Asia Pacific Gas & Low Carbon Energy Kathy Wu memaparkan, optimisme BP terhadap masa depan industri migas di Indonesia ditandai dengan nilai investasi yang sudah mencapai USD15 miliar hingga tahun ini.

“Dari prespektif kami, Indonesia memiliki potensi besar yang bisa menarik investasi dari seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam pengembangan sumber daya minyak dan gas yang dimiliki,”tegasnya.

Kathy menambahkan, dengan iklim sektor hulu migas saat ini, diyakini Indonesia mampu membangun ekosistem migas berkelas dunia. “Kita perlu memperkuat kerjasama dan membangun wold class workforce,”ungkapnya.

Lapangan Tangguh masih menjadi andalan BP, dengan rata-rata produksi LNG sebesar 2,1 miliar kaki kubik per hari, setara dengan 35% produksi gas nasional. Tangguh memasok rata-rata 60 kargo LNG per tahun ke pasar domestik melalui kontrak penjualan dengan PLN.

“Kami juga melakukan deep water explorasion Agung blok II. Ini membutuhkan teknologi yang tinggi, dan kolaborasi yang kuat,”tegasnya.

BP telah memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara sebesar USD12,5 miliar dan pemasukan terhadap Pemprov Papua Barat senilai Rp2,3 triliun selama 2023 silam.

Sedangkan President Director of Petronas Indonesia Yuzaini bin Md Yusof menyampaikan optimismenya atas masa depan sektor hulu migas di Tanah Air. “Kami terus memperkuat kolaborasi dengan SKK Migas dan stakeholder lain untuk mencapai target 1 juta barel,”tegasnya.

Yuzaini memaparkan, Petronas melihat banyak peluang di kawasan Indonesia Timur. Karenanya, perusahan migas asal negeri Jiran itu, mengantongi kontrak bagi hasil Wilayah Kerja (WK) Bobara di Papua Barat.

“Tahun ini kami memang fokus di Indonesia Timur. Komitmen kami, apa yang bisa kami kontribusikan untuk Indonesia,”urainya.

Selain melakukan kegiatan eksplorasi, Petronas juga gencar melakukan joint study dengan stakeholder lainnya. Saat ini, portofolio Petronas di Indonesia terdiri dari 30% minyak dan 70% gas. Yuzaini menegaskan, Petronas menggunakan teknologi baru untuk melakukan eksplorasi.

“Untuk meningkatkan produksi, kita perlu mengambil risiko. Kami berkomitmen untuk melakukan eksplorasi di frontier area. Kami ingin sejalan dengan pemerintah Indonesia,”tutup Yuzaini.

Selama dua dekade terakhir, industri hulu migas telah menjadi penyumbang kedua terbesar penerimaan negara setelah pajak, dengan total kontribusi sebesar Rp5.045 triliun. Upaya para stakeholder hulu mihas untuk terus mencari dan mengembangkan cadangan migas baru berhasil mempertahankan Reserve Replacement Ratio (RRR) di atas 100% selama enam tahun berturut-turut.

Baca Juga : SKK Migas Dorong Penguatan Rantai Suplai Industri Hulu Migas

Proyek-proyek besar seperti Lapangan Jangkrik, Lapangan Jambaran Tiung Biru, dan Tangguh Train 3 telah dituntaskan. Sejak tahun 2012, pasokan gas untuk kebutuhan domestik telah melebihi ekspor. Ini merupakan ikhtiar nyata sektor hulu migas memperkuat ketahanan energi nasional.

Memperkuat Kolaborasi dan Memperbaiki Regulasi

Indonesia masih memiliki cadangan migas yang besar. Namun, demikian sejumlah tantangan masih mengadang. Beberapa diantaranya yakni belum adanya kemudahan berusaha, masalah perizinan, hingga insentif yang kurang menggiurkan. “Peluang sektor hulu migas bertumbuh masih besar.

Data dari komite eksplorasi, cekungan di Indonesia potensinya masih banyak, baru 40% yang diusahakan,”papar Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro kepada SINDOnews Selasa (20/8/2024).

Saat ini, penemuan-penemuan baru tersebar di banyak wilayah, termasuk di kawasan Indonesia Timur. Dengan lokasi di laut dalam, maka diperlukan pembangunan infrastruktur baru dengan teknologi canggih.

“Dengan kondisi seperti itu perlu insentif dari pemerintah agar proyeknya masuk skala keekonomian,”tuturnya.

Kolaborasi para stakeholder, juga dukungan berupa perbaikan regulasi, termasuk kepastian berusaha, lanjut Komaidi, diyakini akan membuat investor global tertarik untuk menanamkan investasi di Indonesia.

“Contohnya di Ethiopia dan Kamerun. Karena didukung regulasi dan cadangan yang besar, meskipun ada konflik politik dan keamanan, perusahaan migas global masih bisa ngebor 600 ribu barel per hari,”urainya.

Di Indonesia, lanjut dia, masih belum ditemukan cadangan super giant seperti yang ada di Ethiopia maupun Kamerun. “Tidak ditemukan karena tidak ada eksplorasi. Nah untuk mendorong agar KKKS mau eksplorasi pemerintah perlu memberikan kemudahan. Tak cukup dengan gross split, perlu ada perubahan kebijakan dan regulasi yang mendukung iklim berusaha,”papar Komaidi.

Dari sisi fiskal, bagi hasil perlu disesuaikan agar investor mau berinvestasi dan mengelola wilayah kerja. Selain itu, masalah perpajakan juga perlu dievaluasi oleh pemerintah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
PHE ONWJ Kenalkan Teknologi...
PHE ONWJ Kenalkan Teknologi Perpipaan Migas ke Mahasiswa
SKK Migas dan Sucofindo...
SKK Migas dan Sucofindo Perkuat TKDN Pompa Industri Lokal
Peran Perempuan Kian...
Peran Perempuan Kian Strategis di Industri Migas
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
IAFMI Factory Visit...
IAFMI Factory Visit ke Kawasan Industri Krakatau Steel Cilegon
Pramono Panggil Dirut...
Pramono Panggil Dirut TransJakarta soal Kecelakaan yang Menewaskan Pejabat SKK Migas
Pejabat SKK Migas Meninggal...
Pejabat SKK Migas Meninggal setelah Tabrak Bus, Ini Penjelasan Transjakarta
Rekomendasi
SPMB Banten 2026 Jenjang...
SPMB Banten 2026 Jenjang SMK Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftarnya
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Berita Terkini
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved