alexametrics

Dorong Wisata Joglosemar, Pembangunan Transportasi Jateng dan Yogykarta Dikebut

loading...
Dorong Wisata Joglosemar, Pembangunan Transportasi Jateng dan Yogykarta Dikebut
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mendorong konektivitas dan aksesibilitas transportasi di Jawa Tengah dan Daerah istimewa Yogyakarta, untuk mendorong pariwisata Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang). Akses transportasi dikebut untuk rampung di akhir tahun 2020.

Budi Karya mengatakan pemerintah sedang membangun Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) sebagai pintu gerbang baru menuju Yogyakarta. Untuk menunjang keberadaan YIA, kedepannya, pemerintah juga akan segera menyelesaikan infrastruktur lain untuk menunjang akses transportasi ke tempat-tempat wisata.

"Konektivitas kereta api dari Kulon Progo menuju Yogyakarta segera kita bangun, tahun depan selesai. Konektivitas kereta api dari Yogyakarta menuju Candi Borobudur juga sudah dirancang," kata Budi Karya di Jakarta, Minggu (22/9/2019).



Menhub menambahkan saat ini pihaknya juga tengah mengidentifikasi kemungkinan jalur untuk angkutan bus dari Kulon Progo langsung ke Candi Borobudur. Diharapkan jalur ini kelak dapat mendukung aksesibilitas angkutan bus dari Kulon Progo ke Candi Borobudur.

Selain itu lanjut Menhub, pihaknya juga akan fokus untuk mengembangkan aksesibilitas transportasi kereta api, baik kereta api antar kota mengitari kawasan Jogja, Solo, Semarang, dan kota-kota sekitarnya, maupun kereta api menuju bandara. Dengan begitu Menhub berharap akan semakin memudahkan aksesibilitas wisatawan.

"Kita akan kembangkan yang Joglosemar, artinya antara Semarang, Solo, Adisucipto Yogyakarta, Kulonprogo, Purworejo, Tegal balik lagi ke Pekalongan. Itu ada suatu ring kereta api (melingkar)," ujarnya.

Menurut Budi Karya, sektor pariwisata diharapkan dapat menjadi sektor unggulan guna menghasilkan devisa bagi negara. Terkait upaya ini, Menhub mengaku nilai investasi infrastruktur transportasi di kawasan Joglosemar sudah lebih dari Rp20 triliun.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak