Usai Diresmikan Presiden, Tol Sigli-Banda Aceh masih Gratis

Rabu, 26 Agustus 2020 - 11:11 WIB
loading...
A A A
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa sebelumnya Hutama Karya telah memperoleh Surat Keputusan (SK) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 1127/KPTS/M/2020 tentang Penetapan dan Pengoperasian Jalan Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 4 (Indrapuri –Blang Bintang). Dengan diterbitkannya Surat Keputusan Menteri PUPR tersebut, maka jalan tol Sigli – Banda Aceh seksi 4 (Indrapuri –Blang Bintang) sepanjang 14 km secara umum telah memenuhi persyaratan laik operasi sebagai jalan tol.

Tol Sigli-Banda Aceh seksi 4 menjadi seksi tol pertama yang diresmikan dari keseluruhan total ruas tol Sigli – Banda Aceh sepanjang 74 km . to ini terdiri dari 6 (enam) seksi yaitu Seksi 1 Padang Tiji –Seulimun (24,3 km), Seksi 2 Seulimun –Jantho (7,6 km), Seksi 3 Jantho – Indrapuri (16 km), Seksi 4 Indrapuri –Blang Bintang (14 km), Seksi 5 Blang Bintang –Kuto Baro (7,7 km), dan seksi 6 Kuto Baro –Baitussalam (5 km). Jika telah tersambung sepenuhnya, tol Sigli-Banda Aceh dapat memangkas waktu tempuh perjalanan.

“Jika sebelumnya saat melewati jalan nasional perjalanan yang ditempuh dapat memakan waktu 2-3 jam, dengan hadirnya jalan tol Sigli-Banda Aceh ini dapat mempersingkat waktu tempuh antar kedua kota menjadi hanya 1 jam saja.” imbuh Suroto.

Tol Sigli-Banda Aceh secara keseluruhan nantinya akan dilengkapi dengan 7 (tujuh) Gerbang Tol (GT) dan 6 (enam) Simpang Susun (SS) atau interchange. Selain itu, tol sepanjang 74 km ini akan memiliki 2 (dua) buah Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area Tipe A yang terletak di seksi 3 (Jantho –Indrapuri) KM 37 dan seksi 4 (Indrapuri –Blang Bintang) KM 54.

Adapun progress dari kedua rest area tersebut saat ini masih dalam tahap perencanaan desain, pembebasan lahan dan land clearing. Keseluruhan TIP ini akan beroperasi setelah seluruhruas Tol Sigli –Banda Aceh sepanjang 74km dioperasionalkan sepenuhnya.

“Kami berharap tol Sigli-Banda Aceh ini dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi perusahaan, namun juga bagi masyarakat di Provinsi Aceh. Karena, pada saat pembangunan hingga pengoperasiannya nanti, terdapat puluhan hingga ratusan tenaga kerja lokal yang diperdayakan,” tutup Suroto, Direktur Operasi I Hutama Karya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Siap Uji Nyali? Ini...
Siap Uji Nyali? Ini Deretan Rekomendasi Microdrama Horor di V+Short
Timnas Indonesia Tundukkan...
Timnas Indonesia Tundukkan Mozambik Lewat Gol Tunggal Ole Romeny
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved