126 Negara Bakal Berkumpul di Rusia, Bahas Penggulingan Dolar AS

Rabu, 28 Agustus 2024 - 14:41 WIB
loading...
126 Negara Bakal Berkumpul...
126 negara akan berkumpur di Rusia membahas soal dedolarisasi. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Sekitar 126 negara akan menghadiri Konferensi Tingkat Menteri BRICS , semuanya menunjukkan ketertarikan untuk bergabung dengan blok ini dan meninggalkan Dolar AS. Antrean untuk bergabung dengan BRICS semakin panjang karena negara-negara berkembang menunjukkan ketertarikan mereka untuk bergabung dengan aliansi ini.

Negara-negara berkembang sekarang ingin mengakhiri ketergantungan pada Dolar AS dan mempromosikan mata uang lokal mereka untuk perdagangan.

Forum Kota Internasional (IMF) ke VI negara-negara BRICS ini akan berlangsung di Moskow antara 27 dan 28 Agustus. Sebagian besar negara-negara berkembang yang berasal dari Asia, Afrika, Amerika Selatan, dan Eropa Timur memiliki ketertarikan yang sama untuk bergabung dengan blok ini. Mereka berambisi untuk memperkuat mata uang lokal dan tidak bergantung pada dolar AS untuk perdagangan.

Pertemuan besar tersebut akan mencakup pembahasan 13 bidang pekerjaan, di antaranya kerja sama kota internasional; ekonomi
; teknologi digitak; industri; energi; infrastruktur perkotaan; transportasi; ekologii, kesehatan; pendidikan; ilmu pengetahuan,
budaya; olahraga dan pariwisata.

Baca Juga: Palestina Siap Gabung BRICS, Diundang Langsung Presiden Putin

Acara ini akan mencakup lebih dari 70 acara bisnis dan pameran berskala besar, yang menampilkan pameran internasional tahunan digitech+. Saat ini sudah 26 negara yang secara resmi telah mengirimkan aplikasi mereka untuk bergabung dengan BRICS. Sekitar 21 negara secara informal telah menyatakan ketertarikan mereka untuk menjadi bagian dari kelompok ini, sementara negara-negara lainnya hanya menunjukkan ketertarikan umum terhadap apa yang ditawarkan oleh blok BRICS.

"Lebih dari 40 negara telah menyatakan ketertarikannya untuk bergabung dengan BRICS,” ujar Pendiri Africa-China Centre for Policy Advisory Paul Frimpong dilansir dari WatcherGuru, Rabu (28/8/2024).

"Aliansi BRICS menarik sekelompok anggota potensial yang beragam karena didorong oleh keinginan bersama untuk menciptakan lanskap global yang lebih adil yang menurut banyak negara saat ini bias terhadap mereka."

Baca Juga: Proyek Rudal Nuklir Sentinel Bikin Amerika Serikat Sakit Kepala, Ini Alasannya

Konferensi BRICS tersebut dapat menjadi titik krusial bagi blok ini dalam misinya untuk menarik lebih banyak negara untuk melakukan dedolarisasi. Dengan semakin banyaknya negara yang menunjukkan ketertarikan untuk bergabung setiap bulannya, puncak dari ketertarikan negara-negara ini bisa menjadi pertanda baik bagi blok ini menjelang pertemuan puncak mereka di bulan Oktober ini di Rusia.

KTT BRICS ke-16 akan diselenggarakan di Kazan, Rusia, pada 22-24 Oktober 2024. Aliansi baru yang diperluas ini akan berkumpul untuk berdiskusi untuk pertama kalinya sejak perluasan. Poin utama diskusi kemungkinan besar adalah Dolar AS, mata uang baru BRICS, dan masa depan ekspansi.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Rekomendasi
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved