Kontrak Transit Gas Rusia lewat Ukraina Berakhir 2024, Konsumen UE Bakal Terpukul
Kamis, 29 Agustus 2024 - 17:49 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Megaproyek Pipa Gas Raksasa Rusia-China Terhalang Mongolia, Bagaimana Kelanjutannya?
Ditengahi oleh Uni Eropa, kesepakatan lima tahun antara Kiev dan Moskow, yang ditandatangani pada 2019, memberikan jalan bagi raksasa energi Rusia Gazprom untuk transit 65 miliar meter kubik (bcm) gas melalui Ukraina pada tahun 2020, dan 40 bcm per tahun antara 2021 dan 2024.
"Perjanjian dengan Rusia tidak akan diperpanjang, itu saja," kata Zelensky pada konferensi pers pada hari Selasa.
Ia juga menambahkan, bahwa setelah kontrak berakhir, Ukraina akan memutuskan bersama dengan Uni Eropa tentang transit gas Rusia melalui wilayahnya. Menteri Energi Ukraina, German Galushchenko mengkonfirmasi, sebelumnya bahwa Kiev tidak memiliki rencana untuk memperpanjang kesepakatan tersebut.
Gazprom, yang pernah menjadi pemasok gas utama Uni Eropa, secara dramatis mengurangi ekspornya ke blok tersebut pada tahun 2022, menyusul sabotase pipa Nord Stream.
Ditengahi oleh Uni Eropa, kesepakatan lima tahun antara Kiev dan Moskow, yang ditandatangani pada 2019, memberikan jalan bagi raksasa energi Rusia Gazprom untuk transit 65 miliar meter kubik (bcm) gas melalui Ukraina pada tahun 2020, dan 40 bcm per tahun antara 2021 dan 2024.
"Perjanjian dengan Rusia tidak akan diperpanjang, itu saja," kata Zelensky pada konferensi pers pada hari Selasa.
Ia juga menambahkan, bahwa setelah kontrak berakhir, Ukraina akan memutuskan bersama dengan Uni Eropa tentang transit gas Rusia melalui wilayahnya. Menteri Energi Ukraina, German Galushchenko mengkonfirmasi, sebelumnya bahwa Kiev tidak memiliki rencana untuk memperpanjang kesepakatan tersebut.
Gazprom, yang pernah menjadi pemasok gas utama Uni Eropa, secara dramatis mengurangi ekspornya ke blok tersebut pada tahun 2022, menyusul sabotase pipa Nord Stream.
Lihat Juga :