alexametrics

Kemenhub Dorong Pertumbuhan Laju Kontainer di Pelabuhan Priok

loading...
Kemenhub Dorong Pertumbuhan Laju Kontainer di Pelabuhan Priok
Menhub Budi Karya Sumadi mengunjungi Pelabuhan Priok di Terminal Peti Kemas Koja, Minggu (6/10/2019). Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah akan terus meningkatkan pertumbuhan laju kontainer di terminal peti kemas Tanjung priok, termasuk menekan waktu tunggu barang (dwelling time) di Pelabuhan Priok.

Dalam kunjungannya ke Pelabuhan Priok di Terminal Peti Kemas Koja, Minggu (6/10/2019) Budi Karya mengapresiasi Pelindo II dan pihak terkait lainnya karena arus peti kemas bisa berjalan lancar dari kapal-kapal asing yang bersandar.

"Ada kapal asing dari Korea yang bersandar membawa barang peti kemas/kontainer mencapai 4.000 ton dan itu diangkut ke pelabuhan dalam waktu yang cepat sekali," ujarnya.



Menurutnya, arus tunggu barang atau dwelling time juga sudah maksimal dilakukan pengelola pelabuhan, yakni tidak lebih dari tiga hari. Semakin pendeknya dwelling time di Pelabuhan Priok karena dimaksimalkan waktu kerja pada Sabtu dan Minggu.

"Saya kira kita apresiasi, sebab biasanya barang bertumpuk sehingga menyebabkan kemacetan truk kontainer itu di Kamis dan Jumat. Makanya saya meninjau dan melihat ada perubahan," ungkapnya.

Dia menegaskan selama arus peti kemas diperiksa di pada Sabtu dan Minggu hasil yang didapat juga bisa lebih efisien. "Pada akhirnya akan menciptakan efisiensi dan ini yang kita harapkan semua, tercipta efisiensi dan imbasnya kemacetan di sekitar sekitar pelabuhan bisa terhindarkan," ujar Menhub Budi Karya.

Dia menambahkan pihaknya berharap Pelindo II juga bisa meningkatkan target kontainer yang masuk dengan adanya efisiensi tersebut, yakni menjadi 8 juta TEUs per tahun 2019. Tahun lalu jumlah arus kontainer di Pelabuhan Tanjung Peiok mencapai 7.500 TEUs.

Dalam kunjungan tersebut, Menhub Budi Karya didampingi Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Agus Purnomo, Direktur Operasi Pelindo II, Prasetyadi, serta Ketua Umum Indonesia Shipowners’ Association (INSA) Carmelita Hartoto.

Direktur Operasi Pelindo II, Prasetyadi mengatakan, tahun ini jumlah kontainer masuk bisa mencapai 8 juta TEUs hingga akhir tahun. Menurutnya, target kontainer masuk tersebut bahkan bisa bertambah 10 hingga 12 juta TEUs. "Kita bertahap menargetkannya. Namun yang jelas kapasitas pelabuhan masih bisa menampung hingga 12 juta TEUs," ujarnya.

Sementara, Ketua Umum INSA, Carmelita Hartoto mengatakan, kalangan usaha pelayaran khususnya pemilik kapal akan mendukung penuh target pelabuhan memenuhi kapasitas kontainer di pelabuhan Priok. "Saya kira kita akan terus mendukung target kontainer di Pelabuhan Priok, selama tarifnya kompetitif, dan ini akan baik buat ke depannya," tandasnya.

Pemerintah akan akan terus mendorong Pelabuhan-pelabuhan utama menjadi hub internasional, sehingga kapal-kapal besar dari luar negeri bisa bersandar langsung ke Pelabuhan Utama seperti Pelabuhan Priok. "Kalau kapal asing sandar langsung seperti di Pelabuhan Priok saya kira akan lebih optimal. Sebab kalau sandarnya di Singapura, tentu costnya akan lebih besar," tegasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak