Komitmen Satu Dekade Astra Life Melindungi Masa Depan Masyarakat
Sabtu, 31 Agustus 2024 - 15:25 WIB
loading...
A
A
A
Safir mengatakan, memiliki polis asuransi kesehatan dan jiwa sangat penting. Tak sekadar untuk melindungi diri, tetapi juga melindungi aset dan masa depan. “Sekarang anak usia SMA pun bisa terserang penyakit kritis. Kejadian seperti itu tentu harus dimitigasi dengan memiliki asuransi,”paparnya.
Dia pun menyarankan agar masyarakat memiliki perlindungan asuransi kesehatan, asuransi penyakit kritis, asuran jiwa, dan asuransi kerugian.
Asuransi penyakit kritis, lanjut dia, di masa sekarang sangat penting, mengingat beragam penyakit serius bisa menyerang usia muda. “Tentu penting, karena coverage-nya lebih spesifik yakni penyakit kritis. Penting, karena anak muda pun bisa mengidap penyakit kritis,”paparnya.
Sedangkan asuransi jiwa, akan memberikan perlindungan terhadap masa depan keluarga. “Misalnya, seseorang meninggal, maka ada dana yang bisa dicairkan dan menjadi bekal untuk kehidupan anak-anak atau ahli waris yang ditinggalkan,”urainya.
Dengan adanya mitigasi terhadap beragam risiko kesehatan dan jiwa yang akan dihadapi oleh seseorang, lanjut dia, kehidupan seseorang menjadi lebih tenang. “Premi dan jenis produk tentunya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan seseorang,”katanya.
Baca Juga : Asuransi Tri Pakarta Peroleh Laba Rp72,37 Miliar hingga Juli 2024
Tantangan untuk meningkatkan literasi berasuransi adalah mindset masyarakat yang berbeda-beda di setiap daerah. Ada yang menilai asuransi sebagai beban,padahal fungsi dari asuransi adalah risk mitigation. Untuk melindungi diri dari ketidakpastian, seperti kecelakaan, penyakit kritis, bencana alam yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.
Menyodorkan Beragam Solusi untu Masa Depan
Edukasi untuk meningkatkan literasi berasuransi masyarakat terus dilakukan oleh stakeholder perasuransian di Tanah Air. Salah satunya PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) yang merupakan anak usaha PT Astra International, Tbk. Bagi perusahaan asuransi ini, merdeka secara finansial menjadi harapan semua orang terutama bagi para pekerja atau pencari nafkah yang berjuang untuk memiliki keadaan finansial yang stabil.
Marketing, Alternate & Direct Business Group Head Astra Life Windy Riswantyo dikutip dari keterangan resmi Astra Life menegaskan, sebagian masyarakat mungkin memiliki pemikiran bahwa merdeka finansial sulit terjadi.
Namun,sejatinya merdeka finansial bisa tercapai dengan tekad yang kuat. “Kami mengajak para pekerja untuk optimistis bisa memperbaiki arus keuangan dengan disiplin mengontrol keuangan keluarga dan hal penting lainnya seperti investasi dan proteksi diri yang perlu dimulai sejak awal untuk menuju merdeka finansial versi keluarga masing-masing,”katanya.
Dengan tema #AstraLifeSedekatde, Astra Life terus menggelorakan edukasi untuk mencapai merdeka finansial bagi masyarakat. Menurut Windy, proteksi dan investasi adalah kunci agar terhindar dari tekanan finansial di masa depan. Proteksi berperan melindungi aset yang susah payah dikumpulkan oleh para pekerja atau pencari nafkah.
Memproteksi diri dari berbagai risiko di masa depan adalah sebuah keharusan. “Karenanya, dana untuk risiko kesehatan, risiko kematian, bahkan untuk dana ketika sudah masuk usia pensiun harus disiapkan dari sekarang,”katanya. Untuk mengakomodir kebutuhan para pekerja, Astra Life, dengan salah satu produknya yaitu ASLI Ultimate Protection, para pekerja atau pencari nafkah dapat terproteksi dengan perlindungan jiwa seumur hidup hingga usia 99 tahun. Dengan perlindungan jiwa sebesar 125% dari uang pertanggungan mulai tahun polis ke-15. Hingga adanya kepastian manfaat akhir kontrak 125% dari uang pertanggungan.
Komitmen Astra Life untuk melindungi masa depan masyarakat diakui oleh salah satu keluarga nasabahnya. Salah satu keluarga nasabah Astra Life Faizal berkisah mengenai penyakit kanker yang diduga menjadi penyakit turun menurun di keluarganya. Dalam unggahan video di akun resmi Astra Life, Faizal berkisah, adiknya memutuskan membeli polis asuransi yang memberikan manfaat perlindungan terhadap penyakit kritis, salah satunya kanker.
Dia pun menyarankan agar masyarakat memiliki perlindungan asuransi kesehatan, asuransi penyakit kritis, asuran jiwa, dan asuransi kerugian.
Asuransi penyakit kritis, lanjut dia, di masa sekarang sangat penting, mengingat beragam penyakit serius bisa menyerang usia muda. “Tentu penting, karena coverage-nya lebih spesifik yakni penyakit kritis. Penting, karena anak muda pun bisa mengidap penyakit kritis,”paparnya.
Sedangkan asuransi jiwa, akan memberikan perlindungan terhadap masa depan keluarga. “Misalnya, seseorang meninggal, maka ada dana yang bisa dicairkan dan menjadi bekal untuk kehidupan anak-anak atau ahli waris yang ditinggalkan,”urainya.
Dengan adanya mitigasi terhadap beragam risiko kesehatan dan jiwa yang akan dihadapi oleh seseorang, lanjut dia, kehidupan seseorang menjadi lebih tenang. “Premi dan jenis produk tentunya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan seseorang,”katanya.
Baca Juga : Asuransi Tri Pakarta Peroleh Laba Rp72,37 Miliar hingga Juli 2024
Tantangan untuk meningkatkan literasi berasuransi adalah mindset masyarakat yang berbeda-beda di setiap daerah. Ada yang menilai asuransi sebagai beban,padahal fungsi dari asuransi adalah risk mitigation. Untuk melindungi diri dari ketidakpastian, seperti kecelakaan, penyakit kritis, bencana alam yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.
Menyodorkan Beragam Solusi untu Masa Depan
Edukasi untuk meningkatkan literasi berasuransi masyarakat terus dilakukan oleh stakeholder perasuransian di Tanah Air. Salah satunya PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) yang merupakan anak usaha PT Astra International, Tbk. Bagi perusahaan asuransi ini, merdeka secara finansial menjadi harapan semua orang terutama bagi para pekerja atau pencari nafkah yang berjuang untuk memiliki keadaan finansial yang stabil.
Marketing, Alternate & Direct Business Group Head Astra Life Windy Riswantyo dikutip dari keterangan resmi Astra Life menegaskan, sebagian masyarakat mungkin memiliki pemikiran bahwa merdeka finansial sulit terjadi.
Namun,sejatinya merdeka finansial bisa tercapai dengan tekad yang kuat. “Kami mengajak para pekerja untuk optimistis bisa memperbaiki arus keuangan dengan disiplin mengontrol keuangan keluarga dan hal penting lainnya seperti investasi dan proteksi diri yang perlu dimulai sejak awal untuk menuju merdeka finansial versi keluarga masing-masing,”katanya.
Dengan tema #AstraLifeSedekatde, Astra Life terus menggelorakan edukasi untuk mencapai merdeka finansial bagi masyarakat. Menurut Windy, proteksi dan investasi adalah kunci agar terhindar dari tekanan finansial di masa depan. Proteksi berperan melindungi aset yang susah payah dikumpulkan oleh para pekerja atau pencari nafkah.
Memproteksi diri dari berbagai risiko di masa depan adalah sebuah keharusan. “Karenanya, dana untuk risiko kesehatan, risiko kematian, bahkan untuk dana ketika sudah masuk usia pensiun harus disiapkan dari sekarang,”katanya. Untuk mengakomodir kebutuhan para pekerja, Astra Life, dengan salah satu produknya yaitu ASLI Ultimate Protection, para pekerja atau pencari nafkah dapat terproteksi dengan perlindungan jiwa seumur hidup hingga usia 99 tahun. Dengan perlindungan jiwa sebesar 125% dari uang pertanggungan mulai tahun polis ke-15. Hingga adanya kepastian manfaat akhir kontrak 125% dari uang pertanggungan.
Komitmen Astra Life untuk melindungi masa depan masyarakat diakui oleh salah satu keluarga nasabahnya. Salah satu keluarga nasabah Astra Life Faizal berkisah mengenai penyakit kanker yang diduga menjadi penyakit turun menurun di keluarganya. Dalam unggahan video di akun resmi Astra Life, Faizal berkisah, adiknya memutuskan membeli polis asuransi yang memberikan manfaat perlindungan terhadap penyakit kritis, salah satunya kanker.
Lihat Juga :