RI Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Bisnis dengan Negara Afrika, Ini Fokus IAF 2024

Minggu, 01 September 2024 - 22:07 WIB
loading...
RI Perkuat Kerja Sama...
Indonesia resmi menggelar Indonesia-Africa Forum II atau IAF 2024 menjadi sarana kesempatan untuk memperkuat kerjasama ekonomi dan bisnis Indonesia dengan negara-negara di Afrika. Foto/Dok Annastasya Rizqa
A A A
NUSA DUA - Indonesia resmi menggelar Indonesia-Africa Forum II atau IAF 2024 pada 1-3 September 2024 di Pulau Dewata, Bali. IAF 2024 ini menjadi sarana kesempatan untuk memperkuat kerjasama ekonomi dan bisnis Indonesia dengan negara-negara di Afrika.

Baca Juga: Perkuat Kerja Sama Pembangunan, HLF MSP 2024 Diramaikan 1.275 Peserta dari 26 Negara

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri, Abdul Kadir Jailani mengatakan, IAF tahun ini akan memfokuskan beberapa hal seperti sektor pangan hingga kesehatan yang menguntungkan Indonesia dan Afrika. Ia mengungkap pembahasan tersebut diiringi dengan hasil kerjasama antara Indonesia dan Afrika yang berjalan baik dan perlu diteruskan.

“Khusus untuk tahun ini, fokusnya adalah sektor pangan, kesehatan, energi dan mineral. Kerjasama antara Indonesia dan Afrika ini sudah meningkat dari waktu ke waktu,” ungkap Abdul Kadir Jailani di Bali Nusa Dua Convention Center, Minggu (1/9/2024).

Abdul Kadir Jailani menjelaskan IAF 2024 ini juga akan menyambung pembahasan dari gelaran IAF sebelumnya yang digelar pada 2018 lalu. Baca Juga: Jokowi Kenalkan Prabowo di Gala Dinner KTT IAF di Bali: Kerja Sama Dilanjutkan Pemerintahan Berikutnya

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkokoh kerjasama Indonesia-Afrika mengingat hasil dari beberapa kerjasama antara Indonesia dan Afrika yang sudah berhasil terwujud seperti pemberian vaksin ke sejumlah negara di Afrika hingga ekspor alat pertanian.

“Sejauh ini telah terdapat wishlist kerjasama Indonesia-Afrika yang sudah berjalan seperti ekspor vaksin ke 41 vaksin di negara Afrika, pembangunan pabrik mi instan di Nigeria hingga ekspor alat pertanian,” jelas Abdul Kadir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Efek Domino Perang AS-Iran:...
Efek Domino Perang AS-Iran: Krisis Energi Mengancam Benua Afrika, Harga BBM Melambung
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Tanda-tanda Lempeng...
Tanda-tanda Lempeng Tektonik Baru Lahir di Afrika Ditemukan
Dibantu Tentara Rusia,...
Dibantu Tentara Rusia, Mali Sukses Gagalkan Kudeta Militer
China Isi Kekosongan...
China Isi Kekosongan Militer di Benua Afrika, Penjualan Senjata Melonjak
Rekomendasi
Karina Ranau Didorong...
Karina Ranau Didorong Pria hingga Terjatuh Saat Tegur Parkir Motor
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved