Menilik PLTA Bengkok, Pembangkit Listrik Manual Berusia Satu Abad
Selasa, 03 September 2024 - 22:46 WIB
loading...
A
A
A
"Ataupun juga kita menggunakan teknologi terbaru melalui predictive maintenance, bisa kita menggunakan termografi. Jadi kita foto, dari foto kelihatan mana spot yang panas, mana yang masih aman, itu kita olah dan kita lakukan pemeliharaan," jelas Doni saat ditemui di PLTA Bengkok, Bandung, Selasa (3/9/2024).
Selain itu, PLTA Bengkok juga mempunyai feature tribologi terkait pelumasnya. Kemudian juga ada feature untuk memastikan vibrasi di turbin kita.
“Jadi kita ukur, kalau vibrasinya melebihi (batas) toleransi, kita perlu melakukan langkah perbaikan," ungkapnya.
Menurut Doni, ongkos perawatan PLTA Bengkok relatif murah lantaran berbeda dengan pembangkit termal yang memiliki temperatur dan putaran tinggi hingga 3.000 RPM.
"Kalau di PLTA tuh di sini kita putarannya rendah, hanya 750 RPM, temperaturnya dingin. Otomatis untuk biaya operasi lebih murah. Kalau di sini mungkin sekitar Rp200-300 per kWh untuk kita biaya produksi," jelas Doni.
Selain itu, PLTA Bengkok juga mempunyai feature tribologi terkait pelumasnya. Kemudian juga ada feature untuk memastikan vibrasi di turbin kita.
“Jadi kita ukur, kalau vibrasinya melebihi (batas) toleransi, kita perlu melakukan langkah perbaikan," ungkapnya.
Menurut Doni, ongkos perawatan PLTA Bengkok relatif murah lantaran berbeda dengan pembangkit termal yang memiliki temperatur dan putaran tinggi hingga 3.000 RPM.
"Kalau di PLTA tuh di sini kita putarannya rendah, hanya 750 RPM, temperaturnya dingin. Otomatis untuk biaya operasi lebih murah. Kalau di sini mungkin sekitar Rp200-300 per kWh untuk kita biaya produksi," jelas Doni.
Lihat Juga :