Hubungan China-Rusia Mulai Retak, Tolak 80% Pembayaran dalam Rubel

Sabtu, 07 September 2024 - 07:32 WIB
loading...
Hubungan China-Rusia...
China mulai menolak pembayaran yang dilakukan dalam rubel Rusia. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - China mulai menolak sekitar 80% dari seluruh pembayaran yang dilakukan dalam rubel Rusia, menurut lapor outlet media Kommersant. Bank-bank China kini mulai menunda penerimaan rubel Rusia selama beberapa minggu sebelum akhirnya menolaknya.

Media milik pemerintah Rusia mengkonfirmasi perkembangan tersebut dengan mengutip berbagai sumber dan pejabat yang tidak mau disebutkan namanya. Penolakan tersebut terjadi menyusul beberapa kesepakatan perdagangan yang sukses antara China dan Rusia sejak 2021.

Baca Juga: Negara NATO Ini Akui Banyak Warganya Ikut Perang Bela Rusia di Ukraina

Perdagangan antara kedua anggota BRICS melonjak 121% dalam tiga tahun menjadikan yuan Tiongkok dan rubel Rusia sebagai pusat seluruh transaksi. Bank-bank China menolak rubel Rusia ketika AS meluncurkan gelombang sanksi baru.

Sanksi AS menargetkan beberapa lembaga keuangan Rusia, termasuk perusahaan terkemuka, perusahaan multinasional, dan individu dengan kekayaan bersih tinggi. Mereka berada di garis depan dalam mendorong rubel untuk membantu Rusia menghindari sanksi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Rekomendasi
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved