Impor Komponen Perang dari India, Begini Cara Rusia Kelabuhi AS

Jum'at, 06 September 2024 - 10:31 WIB
loading...
Impor Komponen Perang...
Rusia telah menyiapkan rute perdagangan rahasia untuk mendapatkan barang-barang elektronik penting dari India. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Rusia telah menyiapkan rute perdagangan rahasia untuk mendapatkan barang-barang elektronik penting dari India untuk memenuhi kebutuhan perang dengan Ukraina. Financial Times melaporkan mengutip dokumen-dokumen pemerintah yang bocor dan sumber-sumber anonim pada Kamis (5/9).

Konsorsium untuk Kegiatan Ekonomi Luar Negeri dan Kerja Sama Antarnegara Internasional di Bidang Industri (Ved MMKP) yang berbasis di Moskow melaporkan kepada Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia pada Oktober 2022 bahwa mereka membelanjakan 82 miliar rupee atau USD976 juta untuk komponen-komponen yang sebelumnya dibeli melalui negara-negara Barat.

Baca Juga: AS Ingin Kirim Rudal JASSM, Rusia: Jangan Bercanda, Hati-hati agar Tak Perang Dunia III!

Komponen-komponen ini termasuk suku cadang untuk telekomunikasi, server, dan peralatan elektronik kompleks lainnya yang memiliki aplikasi sipil dan militer sehingga tunduk pada kontrol ekspor Barat.

Meski sanksi Barat memutus akses Rusia ke barang-barang elektronik penting yang diproduksi di luar negeri, militer negara itu masih mengandalkan komponen-komponen ini untuk rudal, pesawat tak berawak dan peralatan perang elektronik.

Menurut FT, laporan Ved MMKP merinci rencana untuk melakukan transaksi melalui sistem pembayaran tertutup antara perusahaan-perusahaan Rusia dan India untuk menghindari pengawasan Barat. Seorang penjabat Barat yang tidak disebutkan namanya menggambarkan konsorsium ini sebagai kedok untuk intelijen Rusia.

Baca Juga: Pimpin 'Genk' Negara Selatan, China Iming-iming Utang Rp462 Triliun
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Rekomendasi
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Berita Terkini
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved