Deflasi 4 Bulan Beruntun, Target Pertumbuhan Ekonomi 5,2% Terancam
Minggu, 08 September 2024 - 18:04 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Baku Tembak Pecah di Perbatasan Tepi Barat - Yordania, 3 Warga Israel Tewas
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Agustus 2024 lalu, terjadi deflasi sebesar 0,03%. Hal itu berarti terjadi deflasi selama empat bulan berturut dimulai sejak Mei 2024. Pada Agustus, terjadi penurunan indeks harga konsumen (IHK) dari 106,09 pada Juli 2024 menjadi 106,06.
"Kondisi deflasi ini ada kaitan dengan jumlah kelas menengah yang jumlahnya menurun dan perubahan pola menahan belanja yang bukan kebutuhan pokok. Upah kenaikannya terlalu kecil, investasi yang masuk semakin tidak berkualitas, serapan kerja terbatas sehingga banyak beralih ke pekerjaan sektor informal," lanjut Bhima.
Bagi negara berkembang dengan populasi usia produktif yang besar, tegas dia, kondisi deflasi ini merupakan anomali. "Apalagi masih terjadi bonus demografi sampai 2036. Artinya ada yang bermasalah secara struktural ekonomi," tandasnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Agustus 2024 lalu, terjadi deflasi sebesar 0,03%. Hal itu berarti terjadi deflasi selama empat bulan berturut dimulai sejak Mei 2024. Pada Agustus, terjadi penurunan indeks harga konsumen (IHK) dari 106,09 pada Juli 2024 menjadi 106,06.
"Kondisi deflasi ini ada kaitan dengan jumlah kelas menengah yang jumlahnya menurun dan perubahan pola menahan belanja yang bukan kebutuhan pokok. Upah kenaikannya terlalu kecil, investasi yang masuk semakin tidak berkualitas, serapan kerja terbatas sehingga banyak beralih ke pekerjaan sektor informal," lanjut Bhima.
Bagi negara berkembang dengan populasi usia produktif yang besar, tegas dia, kondisi deflasi ini merupakan anomali. "Apalagi masih terjadi bonus demografi sampai 2036. Artinya ada yang bermasalah secara struktural ekonomi," tandasnya.
(fjo)
Lihat Juga :