China Timbun Dolar AS Rp7.729 Triliun, Apa Artinya bagi Yuan?

Senin, 09 September 2024 - 07:37 WIB
loading...
China Timbun Dolar AS...
Eksportir China menimbun dolar pada 2024 setelah menyelesaikan pembayaran perdagangan dengan negara lain. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Eksportir China telah menimbun USD500 miliar setara Rp7.729 triliun pada 2024 setelah menyelesaikan pembayaran perdagangan dengan negara lain. Mata uang lokal dapat menguat signifikan jika eksportir memutuskan untuk mengonversi simpanan tersebut ke dalam yuan.

Baca Juga: Kisah Raja Faisal Arab Saudi Lakukan Embargo Minyak yang Cekik Ekonomi AS karena Amerika Pro-Israel

Hal tesebut membuat anggota BRICS ini menjadi sorotan karena dapat mendikte arah pasar valas dan menantang dolar AS. BRICS sedang berusaha untuk meninggalkan dolar AS dan mendorong yuan untuk melakukan transaksi lintas batas.

Namun, para eksportir di China mungkin tidak akan mengonversi USD500 miliar ke dalam yuan karena mata uang ini memberikan imbal hasil yang relatif lebih rendah.

Bisnis di China mendapatkan keuntungan dari memegang dolar AS karena mata uang ini telah memberikan keuntungan yang layak bahkan selama penurunan.

Baca Juga: Hubungan China-Rusia Mulai Retak, Tolak 80% Pembayaran dalam Rubel

Melansir WatcherGuru, Yuan tidak dapat bertahan dari penurunan seperti dolar AS dan para eksportir tetap skeptis melakukan konversi mata uang.

Hal ini membuat China tidak bisa berbuat banyak dan membiarkan dolar AS berkembang di antara para pelaku bisnis. Namun, jika para eksportir mengonversi USD500 miliar ke dalam yuan, mata uang lokal dapat menguat sinfikan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Rekomendasi
5 Fakta Menarik Timnas...
5 Fakta Menarik Timnas Belgia Ditahan Imbang Mesir di Piala Dunia 2026
FIFA: Gestur Kontroversial...
FIFA: Gestur Kontroversial Asisten Wasit VAR Tak Langgar Aturan
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Berita Terkini
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved