Naik Kelas Jadi BUKU III, BTPN Syariah: Buah Perjalanan Selama 6 Tahun
Rabu, 26 Agustus 2020 - 22:57 WIB
loading...
A
A
A
Sampai dengan semester I tahun 2020 mencatatkan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp 9,46 triliun. Adapun pembiayaan sebesar Rp8,74 triliun dengan Rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Financing/NPF) sebesar 1,8%.
Dia mengatakan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) masih kuat di posisi 42,3%. Rasio intermediasi (Financing to Deposit Ratio/FDR) mencapai 92%, Likuiditas Jangka Pendek dan Panjang (NSFR and LCR) di angka 190% dan 244%.
"Total aset tumbuh 10% menjadi Rp 15,27triliun, dan mencatatkan Laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp 407 miliar," jelas Arief.
(Baca Juga: Tak Bisa Gercep, Merger Bank Syariah Butuh Masukan BI dan LPS )
Sebagai bank yang fokus di ultra mikro, lanjut dia, tak dapat dihindari, BTPN Syariah tentunya terdampak karena pandemi ini. Secara tidak langsung, memengaruhi kinerja bank. Namun, perseroan tetap optimis dan adaptif dengan berbagai upaya untuk memberi nilai positif.
Dia mengatakan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) masih kuat di posisi 42,3%. Rasio intermediasi (Financing to Deposit Ratio/FDR) mencapai 92%, Likuiditas Jangka Pendek dan Panjang (NSFR and LCR) di angka 190% dan 244%.
"Total aset tumbuh 10% menjadi Rp 15,27triliun, dan mencatatkan Laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp 407 miliar," jelas Arief.
(Baca Juga: Tak Bisa Gercep, Merger Bank Syariah Butuh Masukan BI dan LPS )
Sebagai bank yang fokus di ultra mikro, lanjut dia, tak dapat dihindari, BTPN Syariah tentunya terdampak karena pandemi ini. Secara tidak langsung, memengaruhi kinerja bank. Namun, perseroan tetap optimis dan adaptif dengan berbagai upaya untuk memberi nilai positif.
Lihat Juga :