159 Negara Siap Ceraikan Dolar AS, Gabung Sistem Pembayaran BRICS

Rabu, 11 September 2024 - 07:58 WIB
loading...
A A A
Sistem pembayaran ini sangat penting bagi upaya dedolarisasi yang sedang berlangsung di blok tersebut. Sistem ini akan memberikan jalan bagi negara-negara yang berpartisipasi untuk berdagang dalam mata uang lokal. Oleh karena itu, hal ini akan sangat menghambat bagaimana negara-negara ini menyelesaikan perdagangan. Pada akhirnya, mengurangi kebutuhan internasional akan greenback.

Baca Juga: Jenderal Tertinggi Ukraina: Jet Tempur F-16 Jatuh saat Mengejar Rudal Jelajah Rusia

Hal ini akan sangat penting bagi Rusia, menyusul sanksi tahun 2022 sangat memengaruhi kemampuan perdagangan mereka. Persenjataan itu adalah alasan utama untuk mengadopsi upaya dedolarisasi. Sekarang, blok ini siap untuk bersaing secara lebih menyeluruh di panggung global. Begitu juga dengan negara-negara yang mata uangnya mendapatkan peningkatan adopsi melalui platform pembayaran.

Menurut laporan WatcherGuru, konfirmasi itu mencatat lebih dari 20 negara akan ikut serta dalam platform BRICS Pay. Kemungkinan besar mereka termasuk di antara negara-negara yang ingin bergabung dengan aliansi tahun ini. KTT BRICS di Kazan, Rusia pada Oktober mendatang juga akan membahas harapan ekspansi yang sedang berlangsung.

Negara-negara seperti Venezuela, Malaysia, Thailand, Nigeria, dan Turki telah berusaha untuk masuk ke dalam blok ini. Turki merupakan anggota NATO yang diakui. Keikutsertaan Turki akan menggeser posisi blok ini dalam arti geopolitik. Turki akan diakui sebagai negara NATO pertama yang dirangkul dalam kolektif berbasis global selatan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Rekomendasi
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Awkarin Penuhi Panggilan...
Awkarin Penuhi Panggilan Polisi, Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved