Krisis Utang Mengancam Negara Islam Maladewa, China Datang Beri Harapan

Sabtu, 14 September 2024 - 12:55 WIB
loading...
Krisis Utang Mengancam...
China menjadi harapan buat Maladewa untuk mencegah krisis utang, setelah Negeri Tirai Bambu -julukan China- sepakat untuk memperkuat perdagangan dan investasi. Foto/Dok
A A A
BEIJING - China menjadi harapan buat Maladewa untuk mencegah krisis utang , setelah Negeri Tirai Bambu -julukan China- sepakat untuk memperkuat perdagangan dan investasi. Persetujuan ini menjadi dukungan dan pengaruh China terbaru di negara Samudra Hindia itu.

Baca Juga: Sering Pinjam ke China, IMF Wanti-wanti Krisis Utang Bakal Melanda Maladewa

Dalam beberapa bulan terakhir, muncul kekhawatiran bahwa Maladewa yang yang kekurangan uang tunai, dapat menjadi negara Islam pertama yang gagal membayar utang. Akan tetapi sentimen positif minggu ini, menjadi harapan bagi Maladewa untuk menjauh dari krisis.

Satu-satunya rebounds paling besar terjadi pada obligasi pasar internasional, saat bank sentral China, Bank Rakyat China (PBOC) dan Kementerian Pembangunan Ekonomi dan Perdagangan Maladewa mengumumkan "nota kesepahaman".

Baca Juga: Lepas dari Jeratan Utang, India Ajak Maladewa Campakkan Dolar AS

Meskipun rincian terkait kesepakatan tersebut masih terbatas, kedua belah pihak mengatakan ini adalah "kerangka kerja untuk kerja sama" yang bertujuan "mempromosikan penyelesaian transaksi berjalan dan investasi langsung dalam mata uang lokal," serta memfasilitasi perdagangan yang lebih lancar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Biaya Logistik Menggila,...
Biaya Logistik Menggila, Pembeli Asia Batalkan Impor LPG dari AS
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Rekomendasi
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
Infografis
Tegaskan Status Negara...
Tegaskan Status Negara Berdaulat, Taiwan Lawan China di PBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved