alexametrics

Pacari Bawahan, CEO McDonald’s Dipecat

loading...
Pacari Bawahan, CEO McDonald’s Dipecat
Pacari Bawahan, CEO McDonalds Dipecat. (Reuters).
A+ A-
NEW YORK - Setelah jatuh tertimpa tangga pula. Nasib inilah yang dialami Steve Easterbrook, CEO dan Presiden McDonald’s. Tak lama dicerai istrinya, Susie, warga Inggris itu terpaksa harus meninggalkan perusahaan yang dipimpinnya. Nasib nahas itu terjadi karena dia dituduh menjalin hubungan asmara dengan karyawati McDonald’s selama beberapa waktu.

Keputusan tersebut menunjukkan McDonald’s benar-benar menegakkan etika perusahaan tanpa pandang bulu. Padahal, selama ini di bawah kepemimpinan Easterbrook, salah satu perusahaan makanan cepat saji terbesar di dunia tersebut sukses melakukan berbagai inovasi dan meraup keuntungan. “Easterbrook mengeluarkan keputusan yang buruk di dalam hidupnya, termasuk belakangan ini memiliki hubungan konsensual dengan karyawati McDonald’s.

Dia telah dipecat dari perusahaan. Posisinya sebagai CEO dan presiden akan secepatnya digantikan Chris Kempczinski,” ungkap McDonald’s seperti dikutip CNN.



Dalam surat elektronik yang dikirim terhadap karyawan McDonald’s, Easterbrook mengaku menyesal memacari karyawati Mcdonald’s. Alumni St Chad College Universitas Durham itu sadar telah melanggar peraturan perusahaan dan membuat kesalahan.

Dia juga mengaku menerima keputusan ini dengan lapang dada. “Saya berharap kalian akan dapat menghormati keinginan saya untuk mencari privasi. Saya senang selama menjadi CEO McDonald’s,” ujar Easterbrook.

Sebagai informasi, di bawah kepemimpinan Easterbrook, McDonald’s dilengkapi papan menu digital dan menggunakan jasa kecerdasan buatan (AI). Easterbrook juga memusatkan bisnis pada produk-produk andalan McDonald’s dengan menghapus craft sandwiches dan night meals sehingga lebih efisien. Meski sulit, inisiatif itu berhasil. McDonald’s juga menjual fresh beef ketika perusahaan makanan dan minuman yang lain mencoba makanan berbahan non-daging.

Secara keseluruhan penjualan McDonald’s tumbuh di setiap tahun. Sahamnya bahkan naik dua kali lipat sejak 2015, meski investor kecewa karena perusahaan tidak berhasil mencapai target pada kuartal ketiga (Q3). Selisih keuntungan juga naik dari 13,62% menjadi 25% dalam setahun. Penjualannya juga naik 5,7% pada 2016.

Easterbrook bekerja di McDonald’s sejak 1993. Saat itu dia menjabat sebagai manajer McDonald’s cabang London, Inggris. Pada 2011, dia sempat keluar dan pindah menuju PizzaExpress dan Wagamama. Namun, dua tahun kemudian dia kembali bekerja di McDonald dan diangkat menjadi CEO dan presiden pada 2015.

Sejak pindah ke McDonald’s Pendapatan Easterbrook juga naik menjadi USD16 juta per tahun, bahkan nilai tertingginya sempat menyentuh USD21,8 juta, termasuk insentif senilai USD9,1 juta pada 2017. Saat itu bisnis dan saham McDonald’s sedang mencapai puncak. Tahun lalu dia menerima gaji sekitar USD15,9 juta.

Pengganti Easterbrook, Kempczinski, diyakini dapat menjadi pemimpin terbaik untuk melanjutkan suksesi perusahaan. Kempczinski bekerja di McDonald’s sejak 2015. Kempczinski, yang sebelumnya menjabat sebagai presiden McDonald’s AS, mengaku bersemangat menghadapi tantangan baru yang ditawarkan Dewan Direksi. Dia mengaku siap membawa McDonald’s menuju sukses. Easterbrook juga menggambarkan Kempczinski sebagai orang paling ideal untuk posisi tinggi itu.

Chairman McDonald’s, Enrique Hernandez, juga menilai Kempczinski merupakan orang penting yang membantu mengembangkan rencana strategis dan mengawasi transformasi paling komprehensif di sepanjang sejarah McDonald’s. Selain itu, dia dikenal sebagai “guru” yang penyabar dalam mengajari karyawan. ”Saya tidak akan melakukan perubahan yang radikal, tapi lebih kepada strategi yang disesuaikan dengan analisis data. Secara umum, saya akan melanjutkan rencana Easterbrook,” ujar Kempczinski. “Saya juga ingin melanjutkan kemitraan dengan berbagai franchise untuk meningkatkan penjualan di AS. Ini sangat penting.” (Muh Shamil)
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak