Soroti Munaslub Kadin, Pengamat Sebut Ada Indikasi Cawe-Cawe Partai Politik
Senin, 16 September 2024 - 16:55 WIB
loading...
Pengamat menilai Munaslub Kadin ada intervensi atau cawe-cawe dari kekuatan di luar organisasi Kadin itu sendiri. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menilai Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Kadin ada intervensi atau cawe-cawe dari kekuatan di luar organisasi Kadin itu sendiri.
Menurutnya intervensi untuk menggantikan Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid dengan anak dari Politikus Golkar Aburizal Bakrie, yaitu Anindya Novyan Bakrie bisa datang dari berbagai sumber, seperti dorongan partai politik, dan lainnya.
Baca Juga : Jadi Ketum Kadin, Anindya Bakrie Janji Rangkul Semua Kelompok Pengusaha
"Saya menduga ada kekuatan dari luar Kadin itu sendiri, bisa kekuatan Politik bisa juga tidak, atau kekuatan yang lainnya," ujarnya saat dihubungi MNC Portal, Senin (16/9/2024).
Sebab Emrus menilai, Arsjad Rasjid sebelumnya juga tidak ada riwayat untuk melanggar AD/ART atau persyaratan untuk diselenggarakannya Munaslub sesuai dengan aturan dari organisasi itu sendiri.
Menurutnya, kalaupun ada keterkaitan antar Arsjad Rasjid yang sempat menjadi bagian dari Tim salah satu Capres di Pilpres 2024 kemarin, yaitu Ganjar - Mahfud, Arjad Rasjid juga sempat mengajukan cuti terlebih dahulu sebelum masuk ke partai politik.
"Saya juga tidak melihat dia tidak melanggar AD/ART, dia menjalankan tugasnya sebagai ketua kadin, kalau misalnya dia sebagai ketua tim Ganjar - Mahfud, dia kan mengambil cuti, bukan sebagai ketua kadin," tambahnya.
Menurutnya intervensi untuk menggantikan Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid dengan anak dari Politikus Golkar Aburizal Bakrie, yaitu Anindya Novyan Bakrie bisa datang dari berbagai sumber, seperti dorongan partai politik, dan lainnya.
Baca Juga : Jadi Ketum Kadin, Anindya Bakrie Janji Rangkul Semua Kelompok Pengusaha
"Saya menduga ada kekuatan dari luar Kadin itu sendiri, bisa kekuatan Politik bisa juga tidak, atau kekuatan yang lainnya," ujarnya saat dihubungi MNC Portal, Senin (16/9/2024).
Sebab Emrus menilai, Arsjad Rasjid sebelumnya juga tidak ada riwayat untuk melanggar AD/ART atau persyaratan untuk diselenggarakannya Munaslub sesuai dengan aturan dari organisasi itu sendiri.
Menurutnya, kalaupun ada keterkaitan antar Arsjad Rasjid yang sempat menjadi bagian dari Tim salah satu Capres di Pilpres 2024 kemarin, yaitu Ganjar - Mahfud, Arjad Rasjid juga sempat mengajukan cuti terlebih dahulu sebelum masuk ke partai politik.
"Saya juga tidak melihat dia tidak melanggar AD/ART, dia menjalankan tugasnya sebagai ketua kadin, kalau misalnya dia sebagai ketua tim Ganjar - Mahfud, dia kan mengambil cuti, bukan sebagai ketua kadin," tambahnya.
Lihat Juga :